6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Mobil BMW X1 Disulap Jadi Pengangkut Sampah. (Foto: Cartoq)
Dream – Seorang pengguna BMW X1 menyulap kendaraannya menjadi mobil pengangkut sampah. Dia melakukannya karena tak puas dengan layanan purna jual yang diberikan diler kepadanya.
Dikutip dari Cartoq, Jumat 27 November 2020, orang ini berasal dari Ranchi, Jharkand, India. Dia membeli mobil ini beberapa bulan yang lalu. Namun mobil BMW X1 sDrive20d yang dibelinya ini bermasalah di bagian ban.
Sayangnya, ban mobil ini bocor besar dan besar. Setelah dibawa ke showroom, pria ini disarankan menggunakan ban serep dan tidak memperbaiki bannya. Setelah menggunakan ban serep, poros kendaraan malah tidak sejajar. Agar bisa diperbaiki, pria ini disarankan untuk membeli asuransi kendaraan. Kemudian, ada beberapa kerusakan minor yang tidak dijelaskan pemilik.
Meskipun demikian, dia benar-benar tidak puas dengan layanan jasa diler mobil mewah itu. Pemilik BMW ini memvideokan dirinya menggunakan mobil ini untuk mengangkut sammpah dari tetangga.
Sekadar informasi, mobil ini merupakan hadiah dari dirinya untuk sang ayah. Namun, ayahnya tidak bisa menggunakan mobil itu.
Setelah mengunggah video itu, ada 20 pelanggan BMW yang menyuarakan hal yang sama. Dikatakan bahwa mereka memiliki masalah yang sama pada kendaraannya.
Sang pemilik menyebut dirinya juga punya BMW Z4 dan sangat menyukai mobil itu. Dikatakan juga mobil-mobil BMW ini mengagumkan dan akan direkomendasikan kepada teman-temannya.
Namun, orang itu tidak merekomendasikan untuk membeli mobil dari diler Ranchi. Alasannya, layanan purna jualnya sangat buruk.
Dream- Sebuah mobil BMW berpelat COVID19 berwarna abu-abu bikin heboh bandar udara di Adelaide, Australia. Tak satupun petugas bandara tahu siapa pemilik sedan BMW abu-abu ini.
Sementara menurut pengakuan staff bandara, Steven Spry, mobil itu sudah terparkir selama berbulan-bulan. Bahkan diklaim sudah berada di lokasi yang sama sebelum pandemi virus corona datang ke Australia.
Padahal, istilah Covid-19 resmi digunakan pada 11 Februari, sedangkan wabah coronavirus jenis baru dinyatakan sebagai pandemi pada 11 Maret.
![]()
Sementara mobil itu sudah berada di bandara dan ditinggalkan begitu saja sejak Februari, atau bahkan lebih lama lagi.
Pada awalnya BMW itu tertutup rapat oleh penutup mobil. Namun pada April sebagian penutup tersingkap karena angin dan terlihatlah plat nomor COVID19.
" Kami berpikir itu milik pilot yang pergi ke luar negeri dan tidak kembali. Itu mobil yang mahal, jadi pasti yang memiliki mobil itu memiliki uang banyak untuk membelinya. Mungkin ada anggota keluarga yang mau memilikinya," lanjut Spry dikutip dari laman Daily Star.
Masih dikutip dari sumber yang sama, berlaku pelat nomor BMW akan habis pada 26 September 2020.
Sementara, pendaftaran pelat nomor standar di Australia Selatan bisa menghabiskan tiga hingga 12 bulan, sedangkan pelat nomor cantik bisa sampai 12, 24 atau 36 bulan.

Jika mobil “ COVID19” telah terparkir di Bandara Adelaide sejak Maret 2020, itu berarti pemiliknya bisa saja mendaftarkan pelat nomor pada September 2019, beberapa bulan sebelum wabah coronavirus melanda Wuhan.
Namun anehnya, tidak ada mobil yang terdaftar dengan pelat “ COVID19” di situs pemerintah negara bagian.
Kedepannya, memiliki pelat nomor ini akan dilarang di Queensland karena maknanya yang merujuk pada wabah pandemi global.

" Karena dampak kesehatan dan ekonomi yang signifikan dari COVID-19, kombinasi ini tidak akan tersedia untuk dijual sebagai plat nomor di Queensland," ujar seorang juru bicara untuk departemen transportasi Australia.
Sumber : Daily Star
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
