Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Periksa Gigi Anak/ Foto: Shutterstock
Dream - Jumlah kasus gigi berlubang di Indonesia masih sangat tinggi. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan pemerintah dalam hal ini Kementerian Kesehatan (Kemenkes) berupaya maksimal untuk meningkatkan kesehatan gigi dan mulut masyarakat Indonesia dengan membentuk Komite Kesehatan Gigi dan Mulut.
Komite ini bertujuan mengawal program dan kebijakan agar tercapainya target anak umur 12 tahun bebas karies tahun 2030. Hal itu disampaikan Budi Gunadi di Jakarta, Rabu 15 September 2021 saat membuka webinar edukatif dengan tema “ Gigi dan Mulutku Sehat di Masa Pandemi”, dalam rangka peringatan Hari Kesehatan Gigi Nasional (HKGN).
“ Satu hal lagi yang saya pesankan tentang pelayanan kedokteran gigi dan mulut pentingnya upaya promotif dan preventif, khususnya di masa pandemi ini," ujarnya.
Direktur Pelayanan Kesehatan Primer Kemenkes RI, drg. Saraswati Sugiyarso, MPH menyampaikan bahwa peringatan HKGN 2021 dilatarbelakangi oleh masih rendahnya tingkat kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut. Hal ini turut dipersulit dengan adanya pandemi Covid-19.
“ HKGN 2021 ini menjadi momentum untuk mengedukasi masyarakat mulai dari pasien anak hingga lansia agar jangan sampai menunda dalam melakukan perawatan dan pemeriksaan gigi dengan memanfaatkan teledentistry. terima kasih pada PBPDGI, PTGMI, dan GIGI.ID yang telah mendukung acara ini,” ujar Saraswati.
© Dream
Pada HKGN yang jatuh pada 12 September 2021, Kemenkes mengadakan kegiatan mulai dari talkshow Instagram, live radio, lomba foto dan video serta webinar edukatif yang melibatkan start-up social enterprise GIGI.ID yang berfokus pada kesehatan gigi dan mulut masyarakat.

Secara terpisah, CEO dan Founder GIGI.ID, Dr. drg. Armelia Sari Widyarman, M.Kes, PBO mengatakan pihaknya sangat mengapresiasi Kemenkes RI atas kepercayaannya telah melibatkan GIGI.ID di acara HKGN 2021.
" Kami sangat siap mendukung penuh untuk mensukseskan seluruh rangkaian kegiatan HKGN 2021 ini. Dengan adanya Aplikasi Teledentristry pertama di Indonesia, GIGI.ID diharapkan membantu Kemenkes RI untuk mempercepat pemerataan layanan kesehatan gigi dan mulut di Indonesia dengan menggunakan teknologi,” ungkap drg. Armelia.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya