Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Bayi Baru Lahir (Foto: Shutterstock)
Dream - Pernah memperhatikan kondisi kepala bayi sesaat setelah lahir? Sebagian besar bayi yang baru lahir memiliki kondisi kepala yang tidak rata, atau kita kerap menyebutnya peang.
Mengapa demikian? Dilansir dari beberapa sumber, bayi yang baru lahir memiliki tulang tengkorak yang masih sangat lunak dan fleksibel, sehingga dapat berubah bentuk jika ada tekanan dalam jangka waktu yang lama.
Misalnya karena bayi berbaring ke satu sisi dalam waktu yang lama, inilah yang membuat kenapa bagian belakang kepala atau salah satu sisi kepala bayi yang seharunsya bulat menjadi peang atau datar.
Secara umum, kepala bayi peang dibagi menjadi dua jenis, yaitu plagiocephaly dan branchycephaly. Pada plagiocephaly, kepala bayi yang peang pada salah satu sisi, sehingga kepala terlihat asimetris.
Kondisi ini bisa membuat posisi kedua telinga terlihat tidak sejajar dan kepala nampak tidak rata kalau dilihat dari atas.
Sedangkan, branchycephaly adalah kepala bayi yang peang pada bagian belakang. Kondisi ini membuat kepala bayi nampak melebar. Kepala bayi menjadi peang bisa dikarenakan oleh beberapa faktor.
Apa saja? Baca penjelasan selengkapnya di Diadona.id
© Dream
Dream - Kulit bayi begitu sensitif dan mudah sekali mengalami kemerahan, ruam, bentol, hingga mengelupas. Pada bayi baru lahir, kulitnya bahkan banyak sekali mengalami pengelupasan hingga ke kulit kepala.
Sebenarnya, saat dalam kandungan, bayi dilindungi dengan lapisan tebal bernama Vernix. Nah, saat lahir lapisan ini akan terlepas dengan sendirinya yang membuat tampilan kulit bayi terlihat mengelupas.
Untuk menjaga kulit bayi tetap lembap dan meredakan pengelupasan ada sejumlah perawatan penting yang bisa dilakukan. Simak langkah-langkahnya agar kulit si kecil selalu dalam kondisi sehat.
© Dream
1. Hindari memandikan bayi terlalu lama
Memandikan terlalu lama juga akan membuat bayi kehilangan minyak alaminya pada kulit. Cukup mandikan dengan cepat, maksimal 10 menit dengan suhu air yang hangat agar kelembapan kulit tetap terjaga.
2. Gunakan pelembap setelah mandi
Jangan lupa untuk selalu menggunakan pelembap hipoalergenik setelah mandi untuk menjaga kelembapan kulitnya. Lakukan pijatan lembut saat mengaplikasikannya sehingga formula dapat terserap dengan sempurna.
© Dream
3. Gunakan produk khusus bayi
Pastikan memakai produk-produk yang diformulasi khusus untuk bayi. Hal ini sangat penting sehingga kulitnya akan terbebas dari iritasi.
4. Usahakan tidak terkena udara terlalu dingin
Udara dingin akan membuat kulit bayi semakin kering dan menjadikan proses pengelupasan tersebut semakin terlihat signifikan. Jadi, selalu lindungi kulit bayi dengan menggunakan selimut, dan pakaian yang nyaman serta lembut sehingga kulit bayi semakin terjaga.
Laporan Nabila Mecadinisa/ Sumber: Fimela
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya