Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ibu Menyusui (Foto: Shutterstock)
Dream - Agustus 2019 mendatang, selama satu pekan, seluruh ibu menyusui di dunia akan merayakan World Breastfeeding Week. Manfaat memberikan air susu ibu terus didengungkan baik oleh Kementerian Kesehatan dan berbagai pihak yang mendukung ibu menyusui.
Mengapa harus satu pekan? Satu hari dirasa terlalu singkat untuk mengingatkan banyak pihak bahwa ASI merupakan nutrisi paling lengkap dan sempurna bagi bayi. Terutama pemberian ASI eksklusif selama 6 bulan pertama.
Banyak ibu yang tidak percaya diri bisa memberikan ASI selama 6 bulan secara eksklusif pada buah hatinya. Padahal, rasa percaya diri adalah modal penting bagi ibu untuk memberikan ASI.
“ Ibu menyusui itu harus selalu memiliki pemikiran dan afirmasi yang positif, harus selalu bahagia. Kebahagiaan itu akan memicu keluarnya hormon oksitosin yang melancarkan ASI," kata dr. Fransiska Farah, Sp. A, M.Kes, dokter spesialis anak dan konselor laktasi RS Pondok Indah – Bintaro Jaya, seperti dikutip dari rilis yang diterima Dream.
© Dream
Menurut Fransiska, kondisi ibu yang percaya diri akan membawa ketenangan dalam dirinya saat memberikan ASI. Ibu pun jadi lebih rileks dan sabar. Kondisi tersebut sangat disukai bayi saat menyusu.
" Banyak ibu baru bertanya-tanya 'cukupkah ASI saya? Kalau cukup, kenapa bayi saya menangis terus?', ada juga mengeluhkan sakitnya payudara karena menyusui. Kondisi ini dapat menurunkan kepercayaan diri ibu," kata Fransiska.
© Dream
Rasa percaya diri dalam menyusui ini kerap naik turun. Saat menurun, bahkan hingga kehilangan semangat, jangan diam saja. Carilah dukungan dari suami, kerabat atau saudara.
Penting juga berkonsultasi dengan konselor laktasi agar pengetahuan seputar menyusui semakin bertambah. Dokter Yovita Ananta, Sp. A, MHSM, IBCLC, seorang konselor laktasi yang juga spesialis anak, menyarankan untuk bertemu dengan tenaga kesehatan/konselor laktasi setidaknya tujuh kali selama masa kehamilan dan setelah persalinan.
Konsultasi saat hamil sebanyak dua kali, lalu satu kali setelah melahirkan, 24 jam setelah melahirkan, satu minggu setelah melahirkan, terakhir dua kali, terutama jika ibu kembali bekerja.
© Dream
Dalam menjalankan peranan sebagai seorang ibu menyusui, seringkali seorang perempuan dihadapi dengan berbagai tantangan. Terutama karena kurangnya dukungan yang seharusnya ia dapatkan dari lingkungan terdekatnya, yaitu suami ataupun keluarga terdekat seperti nenek dan kakek bayi.
Berbagai penelitian menunjukkan bahwa pada ibu menyusui yang mendapatkan dukungan penuh dari suami dan keluarga memiliki tingkat keberhasilan menyusui lebih tinggi dibandingkan dengan ibu menyusui dengan suami dan keluarga yang tidak terlalu membantu dalam merawat si kecil.
“ Suami memegang peranan sangat penting dalam kesuksesan proses menyusui. Suami harus menjadi pendukung nomor satu untuk istri, dan ikut berpartisipasi aktif dalam merawat si kecil," kata dr. Jeanne Roos-Tikoalu, Sp. A, IBCLC, CIMI.
© Dream
Saat berkonsultasi dengan konselor laktasi, jangan hanya hadir sendirian. Ajak serta suami, bacalah buku-buku atau jurnal seputar keuntungan menyusui. Ingat, keberhasilan menyusui bukan hanya ada di tangan ibu tapi juga ayah.
Bagi para suami, cobalah bersikap suportif, tidak meragukan kemampuan ibu dalam memberikan ASI atau malah mempertanyakan apakah ASI-nya cukup. Selalu memberikan afirmasi positif dan pujian untuk meningkatkan kepercayaan diri sang ibu.
Biarkan ibu beristirahat dengan tenang dan berikan ASI perah pada bayi. Termasuk menyiapkan kebutuhan ibu, seperti asupan air minum agar tidak dehidrasi, makanan bergizi, sampai peralatan breastpumping ketika ibu akan bepergian atau kembali bekerja.
Dukungan dari suami begitu besar dampaknya bagi kepercayaan diri ibu menyusui buah hatinya. Selamat menyusui, ayah bunda!
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya