Kepuasan Publik Setelah Dua Tahun Prabowo-Gibran
Jalan Ekonomi Hijau Indofood
Orang Pintar Juga Bisa Luput Melihat dan Memahami Hal Sepele, Ini Penjelasan Ilmiahnya
JK di NIU: Transisi Energi Hijau Tak Mudah, Butuh Koloborasi Pemerintah dan Dunia Usaha
Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh
Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Foto: Nurwahyunan/Kapanlagi Youniverse
Dream - Sejumlah wastra Nusantara mewarnai pagelaran Jakarta Fashion Week (JFW) 2019. Mulai dari penampilan batik klasik, hingga tenun yang menggambarkan kekayaan budaya Indonesia Timur.
Salah satu yang mencuri perhatian adalah koleksi Wansosa milik Lenny Agustin. Desainer dengan rambut warna-warni ini, menampilkan batik yang berbeda dari lainnya.
Lenny menghadirkan rancangan yang dibuat dari batik Maluku. Wanita berpenampilan nyentrik itu menampilakan 40 koleksi kain batik Xoela, yang merupakan label untuk kerajinan khas Kabupaten Kepulauan Sula, Maluku Utara.

Foto: Nurwahyunan/KLY
" Saya dan tim melatih 23 pengrajin batik selama 6 bulan dan akhirnya lahirlah koleksi Wansosa yang berarti lebah, ikon kebanggaan Sula," ungkap Lenny di Senayan City, Jakarta Selatan, Kamis 25 Oktober 2018.
Motif lebah dipilih untuk menggambarkan identitas asli daerah Sula, yang terkenal sebagai penghasil madu. Keindahan motifnya dituangkan dalam garis desain blus, rok dan jaket. Serta beberapa dress yang dibuat dengan detail unik, asimetris dan oversized.

Foto: Nurwahyunan/KLY
" Dominannya warna gelap seperti hitam, biru dongker, cokelat dan marun. Tapi pakai warna cerah seperti oranye, biru, hijau, pink dan ungu juga ada untuk menggambarkan lingkungan di sekitar lebah," imbuhnya.
Tak hanya mengandalkan kekuatan motif, karena Lenny juga mengutamakan kenyamanan. Hal itu terlihat dari pemilihan material yang jatuh pada bahan katun. Dipadukan dengan neoprene, kulit sintetis dan polyester.

Foto: Nurwahyunan/Kapanlagi Youniverse
Detail sulaman, rajutan, akrilik serta kombinasi potongan kain dan kulit sukses mempercantik koleksinya. Rasanya, koleksi Wansosa patut dipertimbangkan oleh penikmat fashion yang sedang berburu busana batik.(Sah)
Advertisement

Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia



Orang Pintar Juga Bisa Luput Melihat dan Memahami Hal Sepele, Ini Penjelasan Ilmiahnya