5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
Pel Lantai
Dream - Lantai yang lengket dan berminyak tentunya sangat tidak nyaman untuk diinjak. Hal ini juga menandakan kalau lantai harus segera dipel dan dibersihkan. Seringkali setelah kita membersihkan lantai, rasa lengket tak kunjung hilang.
Hal tersebut bisa jadi karena kesalahan saat mengepel lantai. Bukan membuat lantai menjadi bersih malah sebaliknya, lantai semakin kotor. Untuk itu Sahabat Dream, hindari kesalahan berikut saat mengepel lantai.
1. Tidak Membersihkan Debu dan Kotoran
Kebiasaan pertama yang sering kita lakukan adalah tidak membersihkan debu dan kotoran saat akan mengepel. Oleh sebab itu, sebelum mengepel lantai pastikan sapu atau vakum lantai lebih dahulu. Jika terdapat kotoran basah seperti nasi, tetesan minuman manis, minyak, atau yang lainnya ada baiknya dibersihkan terlebih dahulu dengan kain atau tisu kering.
2. Mengepel Lantai ke Arah Depan
Kesalahan yang kedua dan sering tidak kiita sadari adalah mengepel ke arah depan. Sebaiknya mengepel ke arah belakang dan berjalan mundur saat mengepel. Hal ini akan membuat pembersihan lebih efektif. Lantai yang sudah dipel tak lagi terinjak.
3. Tidak Mengganti Air Pel
Kesalahan berikutnya yang sering terjadi adalah yang tidak mengganti air untuk mengepel yang sudah kotor. Saat malas-malasan mengganti air pel akan membuat kotoran dari alat pel menjadi tersebar ke berbagai tempat. Apalagi membiarkan air pel sampai berwarna keruh.
Sangat dianjurkan mengganti air pel setidaknya setiap 2 kali bilasan pel. Dengan demikian, kotoran pada alat pel tidak akan menyebar ke ruangan lainnya.
Selengkapnya baca di Diadona.id
© Dream
Dream - Menjaga kebersihan rumah saat ini memang sebaiknya dilakukan secara ekstra. Terutama jika salah satu anggota keluarga baru saja kembali dari luar. Hal ini demi menghindari penularan virus Covid-19.
Disinfektan jadi hal yang juga rutin dilakukan. Terutama pada permukaan yang kerap disentuh. Seperti gagang pintung, kunci mobil/ motor, meja makan dan ponsel. Lalu bagaimana dengan area lantai, apakah harus rutin didisinfekatan?
Sebaiknya lantai memang juga dibersihkan dan didisinfektan. Hal ini untuk mengambil langkah ekstra untuk mencegah penyebaran kuman yang bisa memicu penyakit. Aktivitas disinfektan ini juga tergantung dari kondisi rumah.
" Sangat direkomendasikan untuk keluarga yang memiliki anak bayi dan balita untuk melakukan disinfektan secara rutin dan lebih sering. Ini termasuk mereka yang memiliki rumah di tengah kota," kata Georgia Dixon, seorang pakar kebersihan, seperti dikutip dari Apartment Theraphy.
© Dream
Kita tak perlu membersihkan setiap lantai di rumah setiap hari. Utamakan area lantai yang sering dilewati seluruh anggota keluarga. Terutama yang berbatasan langsung dengan area luar. Cara ini lebih efektif dibandingkan membersihkan seluruh lantai,
" Lantai dekat area luar dan karpet dekat pintu adalah tempat yang bagus untuk memfokuskan aktivitas desinfektan," kata Dixon.
Vakum karpet secara teratur, lalu cuci dan jemur juga minimal dua minggu sekali. Untuk lantai, sapu sampai bersih kemudian pel dengan cairan disinfektan. Kita tidak tahu virus dan kuman menyebar kemana saja, pencegahan adalah yang utama.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?