Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh
Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Foto: Instagram @tuloladesigns
Dream - Aksesori merupakan salah satu fashion item pendukung penampilan. Outfit terlihat semakin mewah dengan padu padan aksesori tepat.
Kendati demikian, bisnis aksesori tak luput dari ancaman di masa pandemi. Banyak bisnis yang terdampak akibat wabah Covid-19. Tak terkecuali di bidang mode.
Tulola Designs, salah satu brand perhiasan asal Bali tengah bertahan agar tetap berdiri di masa pandemi. Label yang dibangun sejak 13 tahun silam itu menawarkan koleksi perhiasan bergaya modern dengan mensejaterahkan para pengrajin lokal. Namun kini pandemi membuat bisnisnya sedikit terguncang.
" Merasakan juga pasti tantangannya, seperti di Bali sepi pengunjung, toko pada tutup," ungkap Franka Franklin, CEO & Founder Tulola Designs di acara Nusantara Fashion Festival.
Kesehatan para karyawan menjadi hal utama yang dilakukan Tulola Designs. Mereka juga mulai meminimalisir biaya pengeluaran. " Kita mengukuhkan blog bisnis," kata Franka.
Istri Nadiem Makarim itu juga akan memaksimalkan channel online seperti Instagram dan website.
" Jadi bisa bersentuhan dan melihat langsung dengan produk kami, walau hanya sekedar masuk ke toko menghirup aroma terapi, orang jadi tertarik. Window Display, serta mengikuti event-event agar produk kita dapat dilihat konsumen," kata Franka.

Dari segi koleksi, Franka mengatakan Tulola selalu mengedepankan unsur originalitas tanpa mengesampingkan sisi warisan dan budaya.
" Tulola bahkan tidak selalu mengikuti tren, namun relevan yang bisa digunakan kapan saja dengan produk berkualitas," katanya.
Sementara itu, Handayani selaku Director of Costumer Business of Bank BRI mengatakan 4-5 bulan ini industri fashion mengalami tekanan luar biasa.
Sebagai bentuk dukungan bagi usaha mikro kecil menengah (UMKM), Kementerian BUMN melalui Bank BRI selaku lembaga perbankan terbesar milik negara mempersembahkan program Nusantara Fashion Festival (NUFF) 2020.
(Baca: Rangkaian Acara Puncak Nusantara Fashion Festival 2020, Yuk Tonton!)
Perhelatan mode virtual ini menggandeng lebih dari 300 UMKM serta pegiat industri mode untuk hadir pada 1 - 31 Agustus 2020. Acara menampilkan 75 karya perancang, label dan UMKM mode dalam Virtual Fashion Show dan Charity Auction.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh


5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun