5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
GIIAS 2021
Dream - Kebijakan relaksasi Pajak Penjualan Barang Mewah (PPnBM) untuk sektor otomotif terbukti mendongkrak industri yang sempat lesu karena terdampak pandemi. Bahkan saat ini, tercatat penjualan produk otomotif mengalami peningkatan hingga 60 persen.
" Pemerintah membuat kebijakan untuk sementara relaksasi pajak dengan PPnBM dan ini sangat mendongkrak penjualan dan produksinya. Dari industri otomotif kita terakhir mendapat kabar ada kenaikan 60 persen," kata Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat mengunjungi pameran GIIAS 2021 di ICE BSD City, Tangerang, Banten, Rabu 17 November 2021.
Meningkatnya produksi tersebut otomotis mendorong sektor-sektor pendukung lainnya. Tak sedikit dari para pelaku UMKM penyedia komponen ikut ketiban untung dengan perkembangan yang ada.
" Industri otomotif ini salah satu yang terkena dampak yang sangat besar karena pandmei 2020. Pemerintah tahu bahwa industri ini membawa gerbong yang tidak sedikit untuk UMKM yang mensuplai komponennya," tutur Jokowi
Namun Jokowi mengingatkan, dalam rangka menjawab tantangan perubahan iklim, perlu segera membangun ekosistem untuk produksi mobil atau kendaraan yang ramah terhadap lingkungan dan rendah emisi. Untuk itu, pemerintah akan mendorong produksi mobil listrik dan hybrid.
" Kita dorong untuk produksi mobil listrik, hybrid. Tetapi yang semuanya harus ramah lingkungan," imbuhnya.
Jokowi mengaku telah bertemu para produsen mobil. Dan menyampaikan fokus pemerintah saat ini untuk memproduksi kendaraan yang ramah lingkungan.
" Kita sudah ketemu para CEO dan saya sampaikan apa yang jadi konsen kita dan yang akan kita lakukan di masa yang akan datang" .
Sebelumnya Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan kebijakan diskon PPnBM dimungkinkan untuk dilanjutkan pada tahun depan lantaran telah berkontribusi mendorong pertumbuhan di sektor-sektor pendukungnya.
" Bapak Presiden (Jokowi) menyampaikan program PPnBM yang akan berakhir sampai tahun ini bisa saja dievaluasi oleh pemerintah (untuk dilanjutkan)," kata Agus.
Agus menjelaskan, meskipun pemerintah mengalami penurunan pendapatan dari penjualan produk otomotif, namun sumber pendapatan lainnya tetap tumbuh. Bahkan pertumbuhan PPnBM dari sektor lain bisa naik hingga 6 kali lipat.
Dia melanjutkan, produk turunan dari industri otomotif sangat banyak dan luas. Sehingga bila hal ini terus dilanjutkan akan berdampak baik untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi nasional.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?