Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Pagelaran Indonesia Modest Fashion Day. (Source: Markamarie)
Dream - Industri modest fashion Indonesia semakin dikenal di berbagai negara. Cukup banyak inovasi dan kolaborasi yang dilakukan berbagai desainer maupun brand untuk bisa menyentuh pasar dunia.
Langkah tersebut juga didukung oleh pemerintah maupun pihak lainnya yang memberikan kesempatan serta ruang untuk terus berinovasi dan berkolaborasi. Hal tersebut ditunjukkan dalam acara Indonesia Modest Fashion Day yang pertama kali diadakan di Dubai Expo 2020 bertajuk 'Artisanal Touch of Modest Fashion'.

Foto: Markamarie
Pagelaran yang diadakan pada 13 Maret lalu di depan Paviliun Indonesia ini menampilkan 18 desainer atau brand lokal serta dua label fashion asal United Arab Emirates (UAE). Kedua label fashion dari UAE itu pun menampilkan koleksi ready-to-wear di Dubai yang diolah dari tekstil Indonesia.

Foto: Markamarie
Beberapa brand maupun desainer lokal yang ikut terlibat di antaranya adalah Wearing Klamby, Itang Yunasz, serta anggota IKRA (Industri Kreatif Syariah Indonesia). seperti Tenun Gaya by Wignyo, Pala Nusantara, Batik Chic, dan lain-lain.

Foto: Markamarie
Selain fashion show, 5 brand IKRA, Anggia Syari, Sanet Sabinatang, Ina Priyono, Gi Scarf by Tuty Adib, serta Charlie Bravo, juga mengadakan pameran untuk menunjukkan koleksinya dalam acara yang digelar oleh Bank Indonesia, Markamarie, ITPC Dubai, KBRI Riyadh, KJRI Dubai, IKRA Indonesia, G20, BBI, dan Codemodest tersebut.

Foto: Markamarie
Sementara dua brand fashion UAE yang berpartisipasi di antaranya adalah Dulce by Safiya dan Nuna Atelier. Kedua brand fashion tersebut mengaku kagum dengan desain serta kualitas kain khas Indonesia dan merasa semangat untuk mengolahnya.
" Saya cukup terkejut ketika tahu kain Indonesia cara pembuatannya begitu sulit dan semua handmade. Kualitas dan standar dari kain-kain yang saya terima sangatlah tinggi. Saya semangat mengolah kain ini ke dalam desain koleksi saya," tutur Noora Al Alawi, Creative Director dari Nuna Atelier, yang koleksinya kerap digunakan oleh artis Hollywood itu.
Di samping menggunakan kain khas Indonesia, mereka juga menggunakan aksesoris lokal. Nuna Atelier sendiri menggunakan aksesoris dari Lamops, jam tangan dari Pala Nusantara, serta tas dari Rorokenes.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia


5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang