Rabu, 21 Oktober 2026 Cari

Koleksi Khas Indonesia Tampil Pertama Kali di Dubai Expo 2020

Reporter : Cynthia Amanda Male
Selasa, 22 Maret 2022 19:13
Koleksi Khas Indonesia Tampil Pertama Kali di Dubai Expo 2020
Selain desainer lokal, 2 brand UAE juga terlibat dengan mengolah kain khas Nusantara.

Dream - Industri modest fashion Indonesia semakin dikenal di berbagai negara. Cukup banyak inovasi dan kolaborasi yang dilakukan berbagai desainer maupun brand untuk bisa menyentuh pasar dunia.

Langkah tersebut juga didukung oleh pemerintah maupun pihak lainnya yang memberikan kesempatan serta ruang untuk terus berinovasi dan berkolaborasi. Hal tersebut ditunjukkan dalam acara Indonesia Modest Fashion Day yang pertama kali diadakan di Dubai Expo 2020 bertajuk 'Artisanal Touch of Modest Fashion'.

Koleksi Roemah Kebaya Vielga

Foto: Markamarie

Pagelaran yang diadakan pada 13 Maret lalu di depan Paviliun Indonesia ini menampilkan 18 desainer atau brand lokal serta dua label fashion asal United Arab Emirates (UAE). Kedua label fashion dari UAE itu pun menampilkan koleksi ready-to-wear di Dubai yang diolah dari tekstil Indonesia.

1 dari 3 halaman

Koleksi Itang Yunasz

Foto: Markamarie

Beberapa brand maupun desainer lokal yang ikut terlibat di antaranya adalah Wearing Klamby, Itang Yunasz, serta anggota IKRA (Industri Kreatif Syariah Indonesia). seperti Tenun Gaya by Wignyo, Pala Nusantara, Batik Chic, dan lain-lain.

2 dari 3 halaman

Koleksi Ija Kroeng

Foto: Markamarie

Selain fashion show, 5 brand IKRA, Anggia Syari, Sanet Sabinatang, Ina Priyono, Gi Scarf by Tuty Adib, serta Charlie Bravo, juga mengadakan pameran untuk menunjukkan koleksinya dalam acara yang digelar oleh Bank Indonesia, Markamarie, ITPC Dubai, KBRI Riyadh, KJRI Dubai, IKRA Indonesia, G20, BBI, dan Codemodest tersebut.

3 dari 3 halaman

Koleksi Nuna Atelier dengan Tas dari Rorokenes

Foto: Markamarie

Sementara dua brand fashion UAE yang berpartisipasi di antaranya adalah Dulce by Safiya dan Nuna Atelier. Kedua brand fashion tersebut mengaku kagum dengan desain serta kualitas kain khas Indonesia dan merasa semangat untuk mengolahnya.

" Saya cukup terkejut ketika tahu kain Indonesia cara pembuatannya begitu sulit dan semua handmade. Kualitas dan standar dari kain-kain yang saya terima sangatlah tinggi. Saya semangat mengolah kain ini ke dalam desain koleksi saya," tutur Noora Al Alawi, Creative Director dari Nuna Atelier, yang koleksinya kerap digunakan oleh artis Hollywood itu.

Di samping menggunakan kain khas Indonesia, mereka juga menggunakan aksesoris lokal. Nuna Atelier sendiri menggunakan aksesoris dari Lamops, jam tangan dari Pala Nusantara, serta tas dari Rorokenes.

Beri Komentar