Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Sepeda Push/ Balance Bike (Foto: Shutterstock)
Dream - Aktivitas bersepeda jadi hal yang sangat seru dilakukan. Saat di rumah saja, memang paling tepat mengajarkan si kecil untuk naik sepeda. Sedang mencari sepeda yang pas untuk anak?
Anak sudah bisa belajar sepeda sejak usia 2 tahun. Tentunya bukan langsung sepeda roda 2 karena anak belum bisa menjaga keseimbangan dengan baik. Pilihan jenis sepeda untuk anak yaitu roda tiga, langsung roda dua atau push/balance bike.
Sepeda push/ balance bike adalah sepeda kecil yang tak memiliki pedal untuk digenjot. Untuk menaikinya, anak perlu mendorong dengan kaki dan menjaga keseimbangan demi mempertahankan sepeda agar tak jatuh.
Sementara sepeda roda tiga tak perlu menjaga keseimbangan. Tinggal menggenjot pedal saja dan sepeda pun bisa berjalan. Keseimbangan tak diperlukan.
Lalu sebaiknya pilih yang mana?
© Dream
Citra Amelinda, dokter spesialis anak mengungkap, kalau untuk bermain sepeda roda tiga bisa digunakan untuk melatih keseimbangan.
Hanya sekadar mestimulasi kaki anak untuk menggenjot. Hal ini karena bentuk sepeda sudah dibuat seimbang, anak tinggal duduk saja.
Untuk melatih keseimbangan balance bike memang lebih unggul. Anak bisa belajar keseimbangan dengan sepeda tanpa pedal ini.
" Balance bike unggul dalam menstimulasi anak untuk belajar keseimbangan tubuh lebih cepat. Suatu skill yang tersulit dalam naik sepeda adalah bisa seimbang," tulis dr. Citra dalam akun Instagramnya.
Menurutnya anak akan bisa naik sepeda roda dua setelah menguasai kemampuan yang dibutuhkan dan tak bisa dikarbit.
" Naik sepeda bukan sekedar kegiatan fisik (mengayuh pedal, menyeimbangkan badan) tapi juga butuh kedewasaan berpikir dalam mengantisipasi rintangan (jalanan berkerikil, basah habis hujan, ada orang lewat) ke depan dan tanggap mengambil action yang diperlukan (terobos terus, ngerem, atau malah ngebut)," ungkap dr. Citra.
© Dream
Jika ingin memilih sepeda dr. Citra, memperbolehkan langsung roda dua. Pastikan dulu didampingi karena anak pasti anak terjatuh karena belum seimbang. Pakaikan pelindung saat anak belajar sepeda roda dua.
" Perkembangan skill tiap anak beda-beda, tergantung anaknya suka/tidak, ada kesempatan mencoba/latihan. Safety nomor SATU. Jangan lupa helm, pelindung siku dan lutut, berlatih sepeda di tempat yang aman," pesan dr. Citra.

Bisa juga melatih si kecil sepeda roda dua dengan roda tambahan kecil di belakang yang lama-lama diangkat. Roda ini bisa dibongkar pasang sesuai kebutuhan. Sesuaikan saja dengan kesukaan anak.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya