Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Perhiasan (Foto: Shutterstock)
Dream - Bayi yang baru lahir tentunya disambut dengan sukacinta oleh keluarga. Banyak orangtua yang memperingatinya dengan memberi hadiah berupa perhiasan. Begitu juga para kerabat dekat.
Mereka memberikan hadiah berupa perhiasan, bisa gelang emas, kalung atau cincin. Memakaikan perhiasan bayi memang cukup lazim di Indonesia. Terutama perhiasan berupan anting untuk bagi bayi perempuan.
Penting diketahui kalau tak semua perhiasan aman untuk bayi. Bayi memiliki kulit yang sangat sensitif. Ia akan lebih rentan terkena alergi saat memakai perhiasan dari logam.
Perhiasan berupa perak, platimun dan besi yang mengandung nikel di dalamnya juga dikhawatirkan akan membuat kulit bayi alergi. Alergi ini bahkan bisa menyebabkan kulit bayi ruam hingga terluka.
Sebenarnya, tidak masalah memakaikan perhiasan ke bayi. Dengan catatan, perhiasan tersebut aman buat bayi. Jika ingin memakaikan perhiasan ke tubuh bayi, para ahli menyarankan agar perhiasan tersebut terbuat dari emas murni.
Bisa juga memesan perhiasan pada butik perhiasan khusus bayi, yang material dan desainnya sangat aman bagi bayi. Perhatikan juga bentuk dan model perhiasannya.
Jangan sampai bentuk dan model perhiasan tersebut tidak mudah putus, ujung-ujungnya tidak tajam, pinggirannya tidak mudah menggores kulit bayi dan berikan perhiasan sederhana yang tidak memiliki manik-manik atau liontin. Pastikan juga bahwa perhiasan tersebut tidak terlalu kekecilan pun terlalu kebesaran.
Laporan Mimi Rohmitriasih/ Sumber: Fimela.com
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya