Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Foto "mengerikan" Ini Ditemukan Oleh NASA. (Foto: The Sun)
Dream – Setelah bertahun-tahun mengintai Antartika, citra satelit NASA menangkap pemandangan yang aneh di benua itu. Ada sebuah bongkahan es berukuran besar dan berwarna putih bersih. Terlihat serupa dengan peti mati.
Dikutip dari Liputan6.com, Sabtu 10 November 2918, gambar tersebut diabadikan oleh astronot ISS pada akhir September 2018 melalui NASA Earth Observatory. Benda ini mengambang di perairan gelap gulita, di lepas pantai Antartika.
Ilmuwan mengatakan bongkahan e situ menuju ke tempat yang dikenal sebagai “ makam gunung es”. Lempengan berbentuk aneh ini telah menghabiskan waktu 18 tahun terakhir mengambang di laut setelah memisahkan diri dari Ross Ice Shelf pada Maret 2000.
Bongkahan ini sekarang bergerak kea rah utara, menuju perairan hangat.
Seorang glaciologist NASA/UMBC, Chris Shuman, mengatakan hamparan es besar berwarna putih bersih ini punya enam sisi dan bentuk memanjang, seperti peti mati kayu pada umumnya. Menurut NASA, bentuk itu adalah hasil asli dari fenomena alam.
“ Patahan itu mirip dengan pembelahan kristal mineral yang ditatah dengan palu tajam,” kata Shuman.
Dia mengatakan bentuknya disebabkan oleh ketidaksengajaan ruang dan waktu. Hal ini mengingat pelayaran es tersebut makan waktu 18,5 tahun.
Gunung es, yang dikenal sebagai B-15T ini, telah melakukaan perjalanan keluar dari Samudera Selatan (Southern Ocean) saat foto itu diambil pada September.
Pemandangan lain, yang diabadikan oleh Moderate Resolution Imaging Spectroradiometer (MODIS) pada satelit Terra NASA, menunjukkan B-15T mengapung melalui Atlantik Selatan antara Georgia Selatan dan Kepulauan Sandwich Selatan pada hari yang sama.
NASA menyebut daerah itu adalah tempat di mana gunung es akan mati. Hal ini disebabkan oleh perairan di wilayah tersebut lebih hangat daripada di Samudera Selatan.
Menurut lembaga antariksa tersebut, musim dingin di belahan Bumi selatan akan semakin dekat. Ketika gunung es itu terlihat pada September, sehingga datangnya sinar matahari yang melimpah dapat semakin menghangatkan air di sekitarnya.
" Kurangnya es laut di sekitar B-15T menyiratkan bahwa air berada di atas titik beku," kata NASA.
Gunung es B-15T memecah lapisan es 18 tahun yang lalu. Ini hancur menjadi kepingan-kepingan yang lebih kecil dari waktu ke waktu. Akan tetapi, NASA mencatat bahwa bentuk menakutkan dari B-15T diperoleh jauh sebelum ia pindah ke kuburan gunung es.
" Arus Kutub Selatan Antartika, yang melewati Selat Drake, mengarahkan gunung es itu ke arah timur dan menduduki lokasinya saat ini," NASA menjelaskan.
(Sumber: Liputan6.com/Afra Augesti)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya