6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Anak Merasa Cemas/ Foto: Shutterstock
Dream - Masalah kecemasan (anxiety) bukan hanya dialami oleh orang dewasa, tapi juga anak-anak. Sayangnya, banyak orangtua tak menyadari kalau anak mengalami kecemasan tinggi dan butuh bantuan untuk mengatasinya.
Tanda-tanda kecemasan pada anak-anak berbeda dengan orang dewasa. Misalnya, anak cenderung mengeluhkan penyakit fisik, seperti sakit perut dan sakit kepala, sementara anak-anak yang lebih besar biasanya mengalami kecemasan, ketakutan, lekas marah, dan sulit berkonsentrasi.
Rachel Delany, M.D. dan kepala layanan rawat inap Child Unit Sheppard Pratt, beberapa orang menggunakan istilah tersebut untuk menjelaskan situasi mereka dengan lebih baik.
" Kecemasan dengan level tinggi menggambarkan individu yang mengalami kecemasan internal sangat intens, tetapi tampil sebagai orang yang sukses dan berprestasi," kata dr Delany.
© Dream
Kecemasan pada orang yang mengalaminya muncul dalam pikiran mereka sendiri dan tidak menunjukkan hal tersebut. Biasanya berbentuk penghindaran atau perilaku lain yang berlebihan.
" Di luar, anak yang cemas bisa terlihat percaya diri, tenang, dan sering berada di titik 'puncak', seperti ranking pertama," ujar Delany.
Tanda Kecemasan pada Anak
Tanda-tanda kecemasan pada anak bervariasi, namun ada gejala umum dan khas yang dialami mereka dengan kecemasan tinggi. Perhatikan hal-hal berikut pada keseharian anak.
- Terlalu banyak berpikir dan terlalu menganalisis
- Memikirkan kesalahan masa lalu
- Gelisah
- Lekas marah
- Insomnia dan kelelahan
- Ketakutan yang intens akan kegagalan
- Kesulitan mengatakan tidak
- Sikap gugup, seperti menggigit kuku, menguliti, memantulkan kaki, dll.
- Kekhawatiran yang berlebihan
- Kesulitan mengekspresikan emosi
" Anak-anak dengan kecemasan mungkin mengalami gejala fisik, seperti sering sakit perut atau sakit kepala," kata Delany.
© Dream
Satu hal yang menurut dr. Delany penting untuk dicatat bahwa banyak dari gejala ini tidak terlihat. Mereka yang level kecemasannya tinggi bisa beraktivitas secara normal.
" Seorang remaja dengan kecemasan tinggi mungkin secara eksternal menunjukkan kualitas perfeksionis, termasuk keterampilan organisasi yang baik, ketepatan waktu, perencanaan yang baik, dan seringkali berorientasi pada detail," ujar Delany.
Seperti halnya gejala kecemasan, penyebab kecemasan pada anak sangat bervariasi. Antara lain, riwayat kecemasan keluarga, peristiwa yang sangat besar dalam hidup anak seperti kematian, perpisahan, perceraian atau tekanan lingkungan.
Bila anak mengalami perubahan sikap yang ekstrem dan terlihat selalu cemas, bisa mengajaknya konsultasi dengan psikolog anak. Terutama jika kecemasannya terlihat semakin intens.
Sumber: Parents
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
