Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Presiden Joko Widodo
Dream - Presiden Joko Widodo mengungkapkan pemerintah tengah mempersiapkan 60 orang talenta-talenta digital untuk magang di perusahaan ternama. Mereka adalah bagian dari peserta Program Kampus Merdeka dan Merdeka Belajar.
Dalam sambutan Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-49 Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan, Senin (10/01/2022), secara virtual dari Istana Negara, Jakarta, presiden mengatakan sebanyak 150 ribu peserta dimana 40 persennya adalah talenta digital akan diikutkan dalam program magang bersertifikasi di sejumlah perusahaan ternama.
" Tahun yang lalu 50 ribu peserta," ungkap Jokowi dikutip dari laman Setkab.go.id.
Menurut presiden, pemerintah selama ini terus berupaya menjamin akses pendidikan terutama bagi masyarakat yang kurang mampu. Upaya tersebut salah satunya dilakukan dengan melanjutkan program pemberian bantuan bagi pelajar mulai dari pendidikan dasar hingga pendidikan tinggi.
Di tahun 2021, pemerintah telah mengeluarkan program Kartu Indonesia Pintar (KIP) dengan anggaran mencapai Rp11 triliun untuk 21 juta siswa di seluruh tanah air. Disusul dengan KIP Kuliah yang mengalokasikan anggaran Rp9,4 triliun untuk 1,1 juta mahasiswa di seluruh tanah air di tahun 2021.
Selain mencetak generasi muda yang profesional dan kompetitif di pasar kerja, Presiden menyadari pendidikan karakter dan budi pekerti juga selalu menjadi perhatian serius pemerintah. Presiden menekankan bahwa semua pihak harus bersama-sama memperkokoh pendidikan Pancasila yang telah dibumikan oleh Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) secara terus menerus ke seluruh penjuru tanah air.
Presiden menegaskan pendidikan untuk menanamkan karakter yang selalu menjaga toleransi antaranak bangsa, meningkatkan persatuan dan kesatuan bangsa, serta meningkatkan sikap gotong royong masyarakat akan terus digelorakan pemerintah.
" Karena keberhasilan kita mengatasi pandemi COVID-19, kunci utamanya kemarin adalah hanya satu, yaitu kegotongroyongan kita semuanya,” imbuhnya.
Presiden menilai, walaupun dihadapkan pada globalisasi yang tinggi dan arus informasi yang kuat lintas negara, bangsa Indonesia patut bersyukur karena karakter kebangsaannya tetap selalu berada pada posisi yang kokoh.
“ Nilai-nilai luhur yang diwariskan oleh Bung Karno dan para pendiri bangsa lainnya terus kita perkokoh. Nilai-nilai luhur Pancasila harus terus kita jaga menjadi pegangan bagi generasi-generasi penerus kita,” tandasnya.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya