Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Dream - Bayi tidak makan banyak karena perutnya yang mungil. Untuk itu sangat penting, memastikan makanannya sangat kaya gizi meski dalam porsi yang kecil. Terutama kita bayi sudah menginjak usia 6 bulan.
Air susu ibu (ASI) sudah tak cukup lagi memenuhi kebutuhan gizinya. Menu makanan pendamping ASI sangat dibutuhkan agar tumbuh kembangnya optimal dan mencegah terjadinya stunting.
Asupan gizi benar-benar harus diperhatikan karena akan berdampak jangka panjang, dan membantu membangun sistem kekebalan tubuh bayi. Terutama di masa pandemi Covid-19 seperti sekarang, di mana virus bisa menyerang kapan saja.
Yuk simak daftar makanan super, yang sangat dianjurkan untuk diberikan secara rutin.
© Dream
Pisang penuh karbohidrat untuk sumber energi, serta serat untuk mendukung saluran pencernaan yang sehat. Buah manis adalah makanan bayi yang sangat mudah dibawa ke manapun, karena dikemas dalam kemasan yang mudah dikupas.
Saat menyajikan pisang untuk bayi, pastikan pisang sudah matang dan dihaluskan seluruhnya. Bayi yang sudah tumbuh gigi bisa pisang yang dipotong sebagai finger food.
© Dream
Ubi mengandung kalium, vitamin C, serat, dan beta-karoten — antioksidan yang mencegah jenis kanker tertentu dan membersihkan radikal bebas.
Sebagian besar bayi lebih menyukai ubi daripada makanan lain karena rasanya yang manis alami. Ketika dimasak dan dihaluskan, ubi menghasilkan bubur halus yang mudah dikonsumsi, bahkan untuk bayi yang baru mulai beralih ke makanan padat.
© Dream
Buah ini memiliki kandungan protein tertinggi dari buah apa pun. Sangat kaya akan lemak tak jenuh tunggal — jenis lemak " baik" yang membantu mencegah penyakit jantung. Pastikan hanya menyajikan avokad matang untuk bayi. Cuci bagian luar, kemudian lepaskan kulitnya dan haluskan. Bisa juga dicampur ASI/ susu formula.
© Dream
Putih telur menyediakan protein, sedangkan kuning telur mengandung zinc dan vitamin A, D, E, dan B12. Kuning telur juga memiliki kolin, yang menurut penelitian penting untuk perkembangan otak anak. Mungkin banyak yang takut memberikan telur untuk bayi karena reaksi alergi, tapi kita tidak tahu jika tak pernah memberikannya.
Sesekali berikan telur dan lihat reaksinya. Jika tak muncul gatal, kemerahan atau keluhan lain, berarti telur aman untuk diberikan.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya