Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Ilustrasi/ Foto: Shutterstock
Dream - Menyikat gigi adalah salah satu rutinitas kita setiap harinya. Terkadang, kita menggosok gigi tanpa memperhatikan hal-hal detail danasal menggosok saja. Menyikat gigi secara teratur dan dilakukan dengan cara yang benar merupakan kunci utama kesehatan gigi.
Pada 2018, FDI World Dental Federation mengadakan penelitian berupa round table secara internasional, untuk menganalisis permasalahan gigi yang ada di dunia. Hasil dari round table discussion tersebut adalah, di Indonesia masih banyak masyarakat yang belum menerapkan tata cara menggosok gigi yang baik dan benar.
“ Menurut hasil survei round table disscussion, kesadaran di Indonesia masih sangat rendah akan pentingnya menyikat gigi dan memperhatikan kebersihan gigi dan mulut. Kita disini harus siap sebagai penghubung ke masyarakat untuk dapat meningkatkan awareness mereka,” ujar Prof. Dr. drg. Tri Erri Astoeti, M.Kes selaku Anggota Dewan Pakar Pengurus Besar Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PB PDGI), beberapa waktu lalu.
Idealnya, menggosok gigi dilakukan sebanyak 2-3 kali sehari. Menurut drg. Ratu Mirah Afifah, GCClinDent., MDSc. selaku Head of Professional Marketing Personal Care Unilever Indonesia, sebaiknya menggosok gigi cukup dua kali dalam sehari saja.
“ Kamu bisa menggosok gigi dua kali sehari, tepatnya di pagi hari setelah sarapan dan malam hari sebelum tidur,” ujarnya.
Menyikat gigi dilakukan setelah jam kamu makan pagi dapat berguna untuk mencegah bau mulut dan pengeroposan gigi. Sedangkan, menyikat gigi dilakukan sebelum tidur untuk mencegah terjadinya penumpukan sisa makanan dalam waktu yang lama sampai keesokan harinya.
Menggosok gigi dengan terburu-buru bisa membuat beberapa bagian tidak tersikat dengan bersih. Untuk itu perhatikan juga durasinya.
“ Kamu bisa menggosok gigi selama 2 menit. Memang durasi menyikat gigi selama 2 menit ini memang sulit untuk dijadikan kebiasaan. Kebanyakan orang menyikat gigi kurang dari dua menit, itu justru yang salah,” ujar drg. Ratu.
Menyikat gigi selama dua menit sudah terbukti mampu menyingkirkan plak gigi lebih banyak. Gunakan stopwatch atau timer agar kamu tahu kapan waktunya berpindah sisi.
Lakukan juga pemeriksaan gigi dengan rutin. Hal ini banyak disepelekan oleh masyarakat, karena berbagai faktor. Seperti waktu yang tidak sempat, harga yang mahal untuk perawatan, dan lain sebagainya. Lakukan minimal dua kali dalam setahun.
" Melakukan pengecekan ke dokter gigi masih jarang dilakukan masyarakat. Padahal kita minimal melakukan pemeriksaan ke dokter gigi dua kali dalam setahun," kata drg. Rahardyan Parnaadji, M.Kes., Sp.Pros, Ketua AFDOKGI (Asosiasi Fakultas Kedokteran Gigi Indonesia).
Jadi, ikuti rumus " 222" maksudnya, sikat gigi dua kali sehari, dengan durasi dua menit. Lalu jangan lupa untuk periksakan gigi ke dokter gigi minimal dua kali dalam satu tahun ya, Sahabat Dream.
Laporan: Devi Tri Aprilianza
Advertisement

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun


Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh

Kurang Tidur Bisa Ganggu Gula Darah dan Kesehatan Jantung, Olahraga 10–15 Menit Ini Bisa Membantu

Mengapa Anak Suka Makan Upil? Sains Punya Penjelasan di Balik Kebiasaan Ini

Benarkah Kecerdasan Manusia Menurun? Studi Ungkap Tren Mengkhawatirkan Sejak 2012