Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi Motor 2 Tak. (Foto: Shutterstock)
Dream – Pernahkah kamu melihat oli di lantai rumah ketika motor 2-tak diparkir? Tetesan oli bisa mengalir melalui standar samping. Bahkan, ada yang menetes langsung karena bocor. Ada sejumlah hal yang menyebabkan rembesan oli tersebut.
“ Bisa karena ada pemasangan komponen yang kurang pas seperti seal, seal kruk as, gear, persneling, engkol, ada juga dari paking mesin,” kata pemilik bengkel Bontot Motor, Ahmad Sayuti, dikutip dari laman OTO.com, Senin 4 Februari 2019.
Ahmad mengatakan, kebocoran oli ini bisa juga berasal dari knalpot. Biasanya dari paking knalpot itu dari leher knalpot. “ Itu yang bikin bocor,” kata dia.
Rembesan oli dari leher knalpot, lantaran pemasangan paking yang tidak pas. Pada motor 2-tak, seperti Yamaha RX King, permasalahannya sering mengganti knalpot dengan yang tidak orisinal. Ini lazim dilakukan pemilik yang ingin menghasilkan suara nyaring, khas RX King.
" Kalau knalpotnya orisinal bisa pas, dia bocor darimana? Kan kalau pas gak ada celah. Tapi kalau enggak (ori) kan bisa jadi karena pemasangan paking knalpotnya miring dan emang tidak asli,” kata dia.
Menurut Ahmad, paking tak menjadi sumber tunggal penyebab motor. Hal ini juga bergantung kepada usia kuda besi itu.
“ Kalau motor-motor lama kan baut-bautnya juga sudah pada kendor dan enggak rapat, itu bisa bikin rembes," kata dia.
Volume oli yang berlebihan, tambah dia, juga membuat bocor. Motor 2-tak yang menggunakan oli samping seharusnya lebih mendapat perhatian. Pasalnya, oli samping memang ikut ke ruang bakar.
“ Bisa juga karena kebanyakan oli, atau kelebihan menuangnya jadi bocor. Oli samping yang terlalu banyak suplainya, ikut naik ke ruang bakar. Nah, kalau ada yang tidak terbakar, oli keluar lagi lewat exhaust (knalpot),” kata dia.
Terkait pelumas, khususnya oli samping, memang jadi momok bagi motor 2-tak. Kadar campurannya harus sesuai takaran. Jika sudah mau habis atau indikator pada motor sudah menyala, baiknya pengendara sudah siap untuk kembali mengisi oli samping.
Oli mesin memang sangat penting guna menunjang kelancaran mesin dan komponen lain pada motor. Oli mesin berkaitan dengan performa kendaraan. Bukan hanya pemilik motor 2-tak tapi juga motor 4-tak harus memperhatikannya.
Technical and Training Service Engineer Motul Indonesia, Isadat Salam, mengatakan pemilik motor harus mengganti oli mesin kalau sudah merasakan performanya kurang. Isadat juga menyarankan pemilik untuk tidak menunggu oli mesin kering.
“ Motor dirasa sudah tidak enak, jangan tunggu kering oli mesinnya, tapi ya sudah merasa tidak enak artinya sudah harus diganti (oli),” kata dia.
Isadat mengatakan penggantian oli lebih baik rutin setiap tiga minggu sekali. “ Semua oli pasti turun performanya. Misalnya motor matik sekarang rata-rata 4 ribu km, ganti. Kalau enaknya cuma tiga minggu ya ganti setiap tiga minggu pasti lebih baik,” kata dia.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya