Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Indonesia Fashion Chamber (IFC) (Cynthia Amanda Male/Dream)
Dream - Tren fashion terus bergulir. Ada kalanya, model fashion yang sedang jadi perbincangan hanya mengulang kembali kesuksesan sebelumnya. Tapi kira-kira, tren fashion seperti apa yang akan happening di Indonesia?
Untuk mengintip tren yang akan happening itu, Indonesian Fashion Chamber (IFC) mengadakan Media Viewing Trend (MVT). Acara ini adalah program tahunan yang menjadi baromoter fashion dunia dan mendorong perkembangan industri fashion Tanah Air.
Caranya, memperkenalkan perkembangan tren fashion ke kalangan media, buyer, dan stake holder.
" Dengan mengoptimalkan kekayaan heritage yang kita miliki, industri fashion Indonesia memiliki kekuatan untuk disorot dunia. Kalau kita yakin dengan yang kita punya, maka dipastikan kita akan semakin kokoh," ujar Ali Charisma, National Chairman IFC di The Ice Palace, Kuningan, Senin 26 Maret 2018.
MVT yang digelar pada 26-27 Maret 2018 ini menghadirkan desainer lokal seperti Avant Garde, Urban, Muslim, dan Evening Wear. NY by Novita Yunus, Bramanta Wijaya dan lainnya. Masing-masing desainer mencari tren apa yang bisa mempengaruhi industri.

" Nanti, tugasnya tim tren untuk menerjemahkan. Bahwa ya, tren Indonesia itu memang sudah in-line dengan tren atau belum," tutur Ali.
Ali mengaku tidak memaksa desainer untuk membuat koleksi khusus. Dia membebaskan para desainer mengungkapkan jati diri mereka dengan berkarya.
" Kebanyakan yang dipresentasikan kan, tentang diri mereka seperti apa. Biasanya kan, fashion show itu kurang intimate," katanya.
Dalam acara itu, Ali juga menampilkan karya enam desainer lokal yang diyakini mampu bersaing di luar negeri. Mereka dianggap sukses bangkit karena idealis, bukan karena penjualan saja.
" The future itu pilihan kita, memang untuk bersaing dengan luar negeri. Tiga di antaranya adalah brand sustainable fashion gitu. Fashion yang memperhatikan lingkungan itu penting. Ada Inas Nabilla, Sasig by Wita, Khara by Gabriella Manurung."
(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya