Langkah Tepat Lindungi Kulit dari Paparan Sinar UV
6 Suplemen yang Mulai Perlu Diperhatikan Saat Memasuki Usia 40-an
Jalan Secepat Apa yang Bisa Bantu Panjang Umur? Peneliti Sebut Angka Idealnya
Air Dingin atau Suhu Ruang, Mana yang Lebih Baik untuk Kesehatan?
5 Buah yang Bisa Bantu Atasi Lemas dan Tambah Energi, Pisang Salah Satunya
Laut Naik 56 Cm pada 2100, 770 Juta Orang Terancam: Bukan Cuma Pantai yang Bisa Hilang
Cinta Laura Ajak Anak Muda Mulai Sustainability dari Langkah Kecil
Tak Perlu Trial and Error Pilih Susu Formula Anak, Cukup Scan & Check AceKid Sumber Susunya Transparan
Susu Kental Manis (Foto: Shutterstock)
Dream - Beberapa waktu lalu sempat heboh produk susu kental manis (SKM) yang dianggap tak layak disebut susu. Hal ini karena kandungan gulanya sangat tinggi dan fungsi utamanya bukan memenuhi kebutuhan protein.
SKM lebih sebagai pemanis tambahan dalam makanan dan minuman. Lalu seberapa banyak kandungan gula dalam SKM?
Terkait: Susu kental manis, salah satu keunggulan utama susu kental manis pouch adalah penggunaannya yang lebih mudah dituang.
" Ternyata total dari gula yang terdapat pada susu kental manis sama dengan susu bubuk," kata Achmad, Ketua Pusat Kajian Gizi dan Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia Ir. Achmad Syafiq MSc. PhD, dalam seminar " Kebaikan Susu" Four Points, Jakarta pada Rabu, 7 November 2018.
SKM sendiri adalah produk susu berbentuk cairan kental yang diperoleh dengan menghasilkan sebagian air dari campuran susu dan gula hingga mencapai tingkat kepekatan tertentu. Hasilnya merupakan hasil rekonsitusi susu bubuk dengan penambahan gula, dengan atau tanpa penambahan bahan lain.
Gula yang terdapat dalam susu kental manis, bukan hanya untuk membuatnya lebih nikmat. Rupanya juga bertujuan untuk mengawetkan susu.
" Gula yang ditambahkan kepada susu kental manis bertujuan untuk mengawetkan dan mencegah mikroba-mikroba tumbuh di dalam susu," kata Achmad.
Banyak yang menganggap bahwa SKM bisa menyebabkan kegemukan karena gulanya yang tinggi. Hal itu karena tidak mengikuti saran penyajian dalam kemasan.
" Bukti-bukti ilmiah berdasarkan kajian lembaga kesehatan dunia (WHO) menyatakan bahwa kegemukan disebabkan oleh banyak faktor. Bukti meyakinkan yang meningkatkan risiko kegemukan adalah rendahnya aktivitas fisik, rendahnya asupan serat, dan tingginya asupan energi harian total, bukan dari satu jenis makanan," ungkap Achmad.
(Sah, Laporan Ava Haprin)
Advertisement

Apa Sebenarnya yang Memisahkan Satu Samudra dari Samudra Lain? Ternyata Tak Selalu Ada Garis Batas

Terjaga Setelah Tengah Malam Bisa Mengubah Cara Otak Bekerja, Ini Penjelasan Ilmuwan

Punya Rumah atau Masih Menyewa, Ketahui Mana yang Lebih Memengaruhi Kebahagiaan

Rute Kereta Terpanjang yang Bisa Ditempuh dalam Sekali Jalan, Tembus 10.000 Kilometer Lebih


6 Suplemen yang Mulai Perlu Diperhatikan Saat Memasuki Usia 40-an

Jalan Secepat Apa yang Bisa Bantu Panjang Umur? Peneliti Sebut Angka Idealnya