Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Anak-anak Jepang (Foto: Shutterstock)
Dream - Kasus obesitas dan diabetes pada anak jumlahnya terus meningkat di berbagai negara di dunia. Sementara Jepang, memiliki kasus yang paling rendah.
Para ahli kesehatan meyakini hal tersebut karena gaya hidup anak-anak Jepang yang memang sangat sehat sejak kecil.
Seperti apa kebiasaan sehari-anak di Jepang?
1. Makan makanan bergizi rendah kalori
Menu makanan Jepang terkenal sangat efisien dan memiliki nutrisi berkualitas tinggi. Rumput laut, sushi, tahu dan berbagai makanan kaya protein. Mereka juga tak terlalu suka makanan olahan. Sayur, daging tipis tanpa lemak dan ikan laut adalah menu favorit masyarakat Jepang.
2. Makan bersama
Ahli gizi Tomomi Takahashi dari Kaji Sakura Nursery School di Hokkaido, memiliki saran yang bagus untuk semua orang tua. Ia menekankan pentingnya makan bersama.
“ Bahkan ketika sedang sibuk, tetapkan waktu makan tertentu sehingga Anda dapat duduk dan makan bersama anak setidaknya sekali sehari. Rasakan makan penuh kegembiraan dan kehangatan,” katanya, seperti dikutip dari Reader Digest.
3. Porsi cukup
Porsi makan sangat memegang peranan pada berat badan. Warga Jepang tak suka menggunakan piring besar untuk makan. Mereka menaruh nasi pulen yang kaya serat dalam mangkuk kecil. Takaran makannya pun tidak terlalu banyak tapi mengenyangkan. Hal ini karena menu makanan mereka sangat kaya serat dan protein.
4. Aktif secara fisik
Sulit untuk menjauhkan anak-anak dari video game dan godaan teknologi lainnya, tetapi mereka benar-benar membutuhkan minimal 60 menit aktivitas fisik intensitas sedang per hari. Kuncinya adalah membuatnya menyenangkan! Coba jalan-jalan ke sekolah bersama-sama atau bangun tepat waktu untuk bermain di taman lalu berlarian.
Laporan Tri Yuniwati Lestari
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya