Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Makanan Kaya Gizi (Foto: Shutterstock)
Dream - Masalah berat badan (BB) yang kurang pada anak di bawah usia 5 tahun tak boleh dianggap sepele. Penting untuk selalu memantau berat badan anak dan sesuaikan dengan panduan Kartu Menuju Sehat (KMS).
Mengapa? Anak usia 0 hingga 10 tahun masih dalam tahapan emas tumbuh kembang. Berat badan yang kurang dari standar di usianya pertanda kalau asupan gizi anak kurang. Hal itu akan berdampak jangka panjang bukan hanya pada kesehatan, tapi juga intelektualitas.
Bagi para ibu yang sedang berusaha meningkatkan BB anak, mungkin bisa belajar dari pengalaman Yora Anastasha dari komunitas @ibuhebat. Ia memiliki buah hati yang BB-nya kurang dan kerap konsultasi dengan dokter anak.
" Anakku disapih dini karena aku hamil, setelah itu itu gak mau susu yang lain. Maunya nyemil, makan juga picky dan vitamin susah buat diminum. Ke dokter waktu itu kejadian karena demam, justru sama dokter anak menyoroti berat badannya hampir di garis merah," ungkap Yora dalam acara Ngobras Dream.co.id, 16 Juli 2020.
© Dream
Setelah itu konsultasi berlanjut. Dokter anak menyarankannya untuk membuat menu dobel protein untuk sang anak. Asupan protein hewani sangat dibutuhkan untuk anak yang berat badannya kurang.
" Baiknya sekali makan menu double protein, apa saja? Seali makan, selain sayur menu protein harus dobel. Misalnya sop telur puyuh plus ayam bakar, dadar telur di dalamnya ada udang. Protein sangat penting karena asupan yang bisa membentuk otak," ungkap Yora.
© Dream
Oleh dokter Yora juga disarankan untuk memberi anaknya susu tinggi kalori. Untuk camilan juga dianjurkan untuk makan yang berkalori tinggi.
" Bisa telur dadar, nugget udang ayam, es krim dari susu tinggi kalori. Apa pun yang memilki protein tinggi sangat penting untuk meningkatkan berat badan anak," ungkapnya.
Yora juga mengingatkan tak perlu panik atau kecil hati saat BB anak turun drastis atau tak mencapai berat yang dianjurkan. Segera cari solusi, konsultasi dan perbaiki menu yang diberikan sehari-hari.
" Pentingnya kreativitas ibu, kita sebagai ibu gak perlu panik, yang penting anak konsumsi dobel protein bisa dibikin apapun, es dari susu, puding, camilan nugget homemade, yang penting makanan masuk meski sedikit demi sedikit," ungkapnya.
© Dream
View this post on Instagram
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya