Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan Grand Final Futsal Pelajar, Laga Para Juara dengan Panggung Musik di Istora Senayan
Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?
Benarkah Sarden Kalengan Bukan Makanan Olahan? Ini Penjelasannya
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%
Kacang Hijau (Foto: Shutterstock)
Dream - Saat kondisi perut sedang lapar biasanya mood akan terganggu dan lebih cepat marah. Hal ini ternyata terbukti secara ilmiah, orang yang menahan lapar cenderung berperilaku lebih agresif.
Karbohidrat, protein, dan lemak dalam semua makanan yang disantap akan diubah menjadi gula sederhana (glukosa), asam amino, dan asam lemak bebas. Nutrisi ini yang akan masuk ke dalam aliran darah ketika didistribusikan ke organ dan jaringan yang digunakan untuk energi.
Itu sebabnya, kita sering merasa pusing saat berlari atau berjalan dalam waktu yang lama. Sebab tubuh menghabiskan banyak energi pada tubuh kita, dan kita perlu mengganti energi yang habis tersebut.
Karena kekurangan nutrisi, otak juga bekerja lebih lambat untuk mengontrol emosi. Pasalnya, sinyal lapar yang dikirim otak juga ikut memicu pelepasan hormon stres adrenalin kortisol, yang membuat Anda akan semakin sulit untuk mengontrol amarah dan emosi.

" Kondisi yang disebut Marah laper (Maper) ini perlu diperkenalkan kepada publik agar dampaknya dapat sepenuhnya dipahami ketika orang mengabaikan rasa lapar, orang akan merasa lebih tidak senang dan mudah marah. Hal ini mengarah pada penyebaran emosi negatif, kita dapat menghindari Maper ini dengan mengkonsumsi nutrisi yang tepat pengaturan gula darah merupakan kunci untuk mengontrol emosi," kata dr. Juwalita Surapsari, SpGK di Jakarta, Kamis 26 September 2019 dalam acara ABC Kacang Ijo di Jakarta, Kamis 26 September 2019.
Salah satu cara praktirs mengatasi marah dan lapar ini adalah mengonsumsi minuman kaya gizi, seperti ABC Sari Kacang Hijau. Kacang hijau sudah lama dikenal sebagai varian makanan sehat karena sifatnya yang kaya protein, vitamin, mineral, serat, rendah lemak jenuh dan tidak mengandung kolesterol sama sekali.

Untuk mendapatkan semua manfaat yang terdapat pada kandungan kacang hijau, segera minum saat lapar datang dan belum sempat makan. Minuman Sari Kacang Hijau ini kaya akan protein, vitamin B1, dan B2. Ketiga nutrisi tersebut berfungsi untuk memperbaiki sel-sel tubuh yang mengalami kerusakan.
Laporan Vika Novianti Umar
Advertisement
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%



Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya