Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Angkasa Pura 2 Mengembangkan Transportasi Kendaraan Listrik Dan Autonomous Vehicle. (Foto: Angkasa Pura 2)
Dream – PT Angkasa Pura (Persero) berancang-ancang menggunakan kendaran listrik dan mobil swakemudi untuk moda transportasi yang digunakan di seputar bandar udara. Dua kendaraan masa depan ini diharapkan bisa mewujudkan target perusahaan membangun Bandara ramah lingkungan (Ecoairport).
Keinginan perusahaan pengelola Bandara itu disampaikan President Director PT Angkasa Pura II (Persero) Muhammad Awaluddin dalam Forum Perhubungan bertajuk " Perpres Mobil Listrik Terbit: What’s Next?”.
Menurut Awaluddin, perusahaan selama ini terus berupaya mendorong optimalisasi penggunaan transportasi publik sebagai pergerakan masyarakat dari dan ke Bandara Internasional Soekarno-Hatta.
“ Jumlah penumpang di pesawat di (Bandara) Soekarno-Hatta setiap hari rata-rata 200 ribu orang dan pekerja sekitar 50 ribu orang,” kata Awaluddin dari keterangan tertulisnya.
Selama ini pengguna Bandara masih didominasi penumpang yang menggunakan kendaraan pribadi sebanyak 60 persen. Sisanya sebesar 40 persen memanfaatkan transportasi publik.
“ AP II sebagai penyedia layanan di bandara ingin bekerja sama dengan para operator transportasi publik agar semakin banyak yang memanfaatkan angkutan massal untuk menuju ke Soekarno-Hatta atau sebaliknya,” kata dia.
Awaluddin memastikan jumlah transportasi publik menuju Bandara sudah memadai. Saar ini terdapat tujuh operator taksi regular yang mengoperasikan 5 ribu unit dan 2 operator taksi eksekutif dengan 860 armada.
Untuk angkutan bus, ada 7 perusahaan otobus dengan armada 423 unit dan 6 travel minibus dengan 93 armada.
“ Apabila ada operator transportasi publik yang ingin membuka layanan baru di Soekarno-Hatta kami akan sangat menerima, seperti misalnya Transjakarta yang dalam waktu dekat akan membuka layanan dari Pantai Indah Kapuk ke Soekarno-Hatta,” kata dia.
Lebih jauh, Angkasa Pura II juga mendukung pengembangan transportasi publik tersebut ke arah penggunaan kendaraan bermotor listrik (electric vehicle) guna mewujudkan konsep eco airport.
sebagai perusahaan pengelola Bandara, diakui Awaluddin, sumber daya manusia di Angkasa Pura II tak memiliki tidak memiliki kompetensi terkait dengan kendaraan listrik. " Karena itu membutuhkan kerja sama dengan pihak lain untuk melakukan pengembangan dan penelitian,” kata Awaluddin,
Selain itu dibutuhkan sinergi dengan pihak terkait mengenai proses bisnis baru dalam pengembangan mobil listrik. Salah satunya adalah konsep pengisian daya bagi taksi listrik serta letak saluran pengisian listrik umum.
Saat ini, Bandara Soekarno-Hatta telah mengoperasikan angkutan massal berbasis listrik yakni kereta bandara dan skytrain, serta mobil golf di dalam terminal. Taksi Blue Bird juga sudah mengoperasikan kendaraan listrik Tesla dan BYD khusus untuk layanan di Soekarno-Hatta.
Saat Asian Games dan Asian Para Games 2018, Soekarno-Hatta juga mengoperasikan bus listrik buatan PT Mobil Anak Bangsa untuk transportasi para atlet.
Ke depannya tidak menutup peluang lebih banyak lagi pemanfaatan kendaraan listrik seperti untuk bus penumpang di airside.
“ Setelah pemanfaatan kendaraan listrik optimal di Soekarno-Hatta maka selanjutnya akan dikembangkan kendaraan tanpa awak atau autonomous vehicle untuk operasional di dalam bandara,” kata dia.
Skytrain yang menghubungkan Terminal 1, 2, dan 3 serta stasiun kereta di Soekarno-Hatta memang sudah disiapkan untuk bisa beroperasi mandiri sebagai autonomous vehicle, atau tidak memerlukan awak pengemudi.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya