Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi (Shutterstock/XanderSt)
Dream - Dalam survei Nielsen, Vidio menjadi platform yang paling banyak diakses masyarakat menggunakan smartphone di 11 kota di Indonesia.
Urutan selanjutnya setelah Vidio, ditempati oleh Disney+ Hotstar, Netflix, Viu, RCTI+, iQIYI, dan terakhir Vision+.
Survei ini dilakukan selama periode Juli sampai Agustus 2022 di 11 kota yakni Bandung, Banjarmasin, Denpasar, Jakarta, Surabaya, Yogyakarta, Makassar, Medan, Palembang, Semarang, dan Surakarta.
Direktur Eksekutif Nielsen Indonesia, Hellen Katherina, mengatakan, peningkatan konsumsi mobile streaming didorong oleh platform regional dan lokal.
“ Vidio (4.4%), Disney+ Hotstar (2.0%), Netflix (1.6%), Viu (1.0%), RCTI+ (0.9%)," katanya di Milenium Millenium Centennial Center, Jakarta, Kamis, 8 Desember 2022.
Meningkatnya akses terhadap internet dan kepemililkan smartphone juga mendorong pertumbuhan streaming di mobile. Mobile streaming dikonsumsi rata-rata lebih dari 9 jam per bulan. Sedangkan untuk heavy users, 28 jam per bulan.
“ Namun angka ini masih jauh di bawah rata-rata waktu menonton TV yang mencapai 80 jam per bulan,” papar Hellen.
Tiap platform memiliki karakternya masing-masing, di mana konten yang paling banyak diakses pada platform Vidio adalah konten lokal dan olahraga, Netflix untuk film dan serial internasional, sementara Disney+ Hotstar untuk film anak dan keluarga.
“ Viu konten asia atau korea, RCTI+ konten olahraga dan sinetron, iQiyi konten Asia dan Barat,” ungkap Hellen.
Survei ini melibatkan TV panel yang berjumlah 11.500 individu, dengan mobile panel (bagian dari total) sebanyak 3.700 individu. Demografi usia yang terlibat di atas 10 tahun. Sementara cakupan kepermisaan aplikasi yaitu YouTube, Vidio, Viu, Netflix, RCTI+, di iQIYI, dan Vision.
Survei bertajuk Streaming Content Ratings ini menggunakan alat Peoplemeter Nielsen yang dipasang di TV rumah tangga panel untuk menonton kebiasaan TV linear. Serta Nielsen mobile meters app yang ada di smartphone panel untuk menangkap kebiasaan menonton streming via mobile.
Tiga terbesar yang paling banyak diakses mempunyai waktu evolusi streaming yang berbeda di Indonesia, digawangi YouTube pertama kali muncul pada 2014, disusul Vidio di tahun yang sama. Kemudian Netflix pada 2016. Hingga Disney+ Hotstar pada 2020.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya