Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Foto : Ilustrasi
Dream - Sebentar lagi, Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) 2022 masuk perguruan tinggi negeri bakal digelar. Para pelajar yang duduk di bangku Kelas XII harus bersaing demi bisa kuliah di kampus impian.
UTBK sendiri tidak bisa dianggap remeh. Sebab, tes ini menjadi alat seleksi agar bisa kuliah di kampus negeri.
Untuk mendapatkan hasil yang maksimal dan lulus, usaha keras dengan belajar serius sangat diperlukan. Namun demikian, terkadang belajar sendiri dirasa kurang cukup sehingga merasa perlu mengikuti bimbingan.
Data dari LTMPT pada Juni 2021 lalu menyatakan hanya 23,78 persen atau 184.942 siswa yang dinyatakan lolos SBMPTN 2021 dari total keseluruhan peserta yang mendaftar mencapai 777.858 siswa. Data ini menunjukkan persaingan SBMPTN 2022 sangat ketat.
Saat ini, bimbingan untuk bisa masuk perguruan tinggi bisa dilakukan tanpa harus tatap muka. Ada sejumlah aplikasi yang bisa dimanfaatkan untuk belajar, salah satunya Pahamify.
Pahamify adalah aplikasi di bawah naungan Pahami Cipta Edukasi. Perusahaan digital ini berkomitmen membantu para pelajar mencapai potensi terbaik mereka dengan model pembelajaran yang menyenangkan.
Chief Executive Officer Pahamify, Syarif Rousyan Fikri, mengungkapkan Pahamify dilengkapi fitur Pegasus yang dapat memudahkan siswa mengetahui peluang lolos tes untuk jurusan yang diinginkan.
" Dengan berbagai fasilitas ini, secara langsung Pegasus juga mendorong siswa untuk lebih konsisten dan bersemangat dalam belajar," ujar Syarif.
Syarif mengatakan fitur Pegasus diluncurkan dengan kolaborasi bersama Psikolog Anak, Seto Mulyadi. Diharapkan fitur tersebut dapat membantu para pelajar untuk menganalisis hasil uji coba mereka.
" Hal inilah yang menginspirasi kami untuk berkolaborasi dengan Kak Seto dalam membantu siswa kelas XII dan gap year bersiap menghadapi UTBK 2022 melalui fitur Pegasus," ucapnya.
Fitur Pegasus akan menjadi pendamping mulai penentuan target jurusan, penerapan metode belajar efektif, serta rekomendasi materi dan soal latihan yang dirancang berbasis kecerdasan artifisial, hingga menjaga semangat dan konsistensi belajar siswa.
Sejumlah program khusus persiapan UTBK untuk Seleksi Masuk Bersama Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) rutin diselenggarakan oleh Pahamify setiap tahunnya.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya