Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Main Di Luar Rumah (Foto: Shutterstock)
Dream - Teknologi digital memang sangat mempermudah hidup. Kita bisa melakukan banyak hal hanya dengan ponsel, laptop dan koneksi internet. Anak-anak pun terbiasa dengan fasilitas tersebut.
Permainan di gadget, menonton tayangan video yang disukai, belum lagi tugas sekolah bisa dicari melalui Google. Tak perlu banyak melakukan mobiltas, tapi kebutuhan bisa terpenuhi.
Hal ini tentunya bakal berdampak pada gaya hidup secara keseluruhan. Anak-anak jadi malas bergerak dan beraktivitas fisik. Apalagi jika orangtuanya juga tak terbiasa olahraga, pasti anak-anaknya tak akan termotivasi.
Aktivitas fisik bagi anak-anak yang masih dalam tahap pertumbuhan, sangat diperlukan. Untuk itu, mulai sejak dini biasakan anak untuk bermain di luar rumah. Main sepeda, lari-larian, petak umpet, lompat tali dan masih banyak lagi.
© shutterstock.com
" Manfaat aktivitas fisik itu besar banget. Meningkatkan kebugaran jasmani, mengontrol berat badan dan mengurangi risiko penyakit tidak menular," kata Kartini Rustandi, Direktur Kesehatan Kerja dan Olahraga Kemenkes RI di M Bloc, Jakarta Selatan, Rabu 4 Desember 2019
Pertumbuhan tulang, otot, jantung serta paru-paru anak bisa dioptimalkan dengan permainan fisik. Kartini menyarankan orangtua untuk menerapkan 4L pada anak-anak, yaitu lompat, lempar, loncat dan lari.
© shutterstock.com
Keempat hal tersebut ditujukan untuk membantu meningkatkan kepadatan tulang anak. Sebaiknya, orangtua juga tidak membatasi gerak anak atau melarang mereka bermain.
" Biasanya anak sudah melakukan, tapi orangtua yang melarang, 'nanti jatuh' dan sebagainya. Padahal, 4L itu gerakan dasar anak sehari-hari. Tapi, harus dilakukan lebih banyak dan jangan dibatasi. Cukup dijaga saja dan dilakukan selama 60 menit," katanya.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya