Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ibu Hamil (Foto: Shutterstock)
Dream - Emosi ketika berbadan dua kerap naik turun. Bisa menjadi mudah sedih, marah, kecewa bahkan sakit hati. Bagi Sahabat Dream yang kini tengah mengandung, cobalah untuk berusaha mengontrolnya.
Melakukan banyak relaksasi untuk menurunkan level stres dan rasa cemas. Pasalnya, si janin juga merasakan dan mengalami emosi yang dialami sang ibu. Berikut beberapa emosi yang kerap dialami janin saat dalam kandungan.
1. Perasaan Dicintai
Bila selama mengandung ibu merasa selalu dicintai oleh orang-orang terdekatnya, maka bayi dalam kandungan juga akan merasakan hal yang sama. Ibu merasa bahagia dan tenang karena dicintai orang-orang di sekitarnya. Tekanan darahnya pun bisa terjaga lebih stabil dan normal dan hal ini nantinya bisa membantu meningkatkan kekebalan tubuh bayi dalam kandungan dan lahir dalam keadaan sehat.
2. Perasaan Cemburu
Bayi dalam kandungan juga bisa merasa cemburu. Perasaan negatif seperti cemburu dan iri yang dirasakan ibu dapat berdampak pada bayi. Sebab perasaan cemburu ini bisa menstimulasi produksi hormon stres yang kemudian membuat bayi ikut merasa stres juga. Belum lagi bila ibu mengalami gangguan tidur dan makan, maka tumbuh kembang bayi juga akan terpengaruh.
3. Perasaan Suka Cita
Bahagia dan suka cita juga bisa dirasakan bayi dalam kandungan. Saat ibu merasakan suka cita yang membuncah, tekanan darah dan detak jantungnya bisa lebih stabil dan membantu memperlancar aliran darah ke rahim. Hal ini nantinya bisa membantu si kecil lebih terlindungi dari infeksi dan penyakit.
4. Menyimpan Dendam
Ibu sebaiknya tidak terlalu lama menyimpan dendam selama mengandung. Sebab menyimpan dendam bisa berdampak negatif pada kesehatan tubuh. Ketika berhadapan dengan orang yang sangat dibenci dan kita belum memaafkannya, tubuh akan memproduksi hormon adrenalin dan kortisol. Kondisi ini bisa meningkatkan stres dan memengaruhi kondisi bayi dalam kandungan.
Perasaan negatif dan positif yang dirasakan ibu pada umumnya juga bisa ikut dirasakan bayi dalam kandungan. Setiap perubahan detak jantung dan tekanan darah yang tejadi di tubuh ibu jelas akan berdampak langsung pada bayi dalam kandungan.
Laporan: Endah Wijayanti/ Fimela.com
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya