Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Dream - Setiap orangtua pasti ingin anaknya berhasil dan sukses di masa depan. Hal tersebut tentu tak bisa terjadi dalam sekejap. Orangtua memiliki andil besar dalam membentuk kesuksesan anak.
Menurut Dokter Tumbuh Kembang Anak, Soedjatmiko, terdapat tiga kebutuhan anak agar bisa lebih unggul dan sukses, yaitu nutrisi, imunisasi, dan interaksi dengan orangtua.
" Yang pertama kali dilakukan adalah mencukupi nutrisi dan imunisasi lengkap supaya tidak mudah sakit. Dan anak juga harus mendapat perlindungan fisik. Kalau nakal, jangan dicubit atau dipukul, cukup diingatkan," kata dr. Soedjatmiko di Ayana Midplaza, Jakarta Pusat, Kamis 7 Februari 2019.
Terpenuhinya nutrisi bisa terlihat di masa remaja. Tinggi badan, berat badan dan lingkar kepalanya akan tumbuh dengan baik. " Kalau pendek di akhir masa remaja diakibatkan gizi kurang, berarti stunting. Diasumsikan anak memiliki kecerdasan rendah dan sulit dapat pekerjaan," imbuhnya.
Tidak sulit memenuhi gizi anak. Cukup dengan memberi asupan makanan yang mengandung serat, kalsium, protein, vitamin B, vitamin C, zat besi dan zinc. Perhatikan juga kesehatan ususnya.
" Kesehatan tubuh terpusat di organ usus. Untuk menjaga usus, dibutuhkan serat pangan supaya bakteri baiknya tetap hidup dan berkembang. Untuk pertumbuhan fisik, dibutuhkan kalsium dan protein. Sedangkan otak butuh vitamin dan mineral," tutur Ahli Gizi, Saptawati Bardosono.
Setelah memerhatikan pertumbuhan fisik, orangtua perlu banyak berinteraksi dengan anak untuk merangsang potensi dan kecerdasan anaknya.
" Hal paling sederhana adalah mengajaknya bermain, berbicara, belajar mengenal warna, bentuk, menghapal nama, bermain puzzle, menonton, membaca buku dan bermain dengan teman," ungkap Soedjatmiko.
Jika nutrisi dan imunisasi serta berhasil mengajaknya bermain, orangtua perlu memberikan kasih sayang. " Pujilah mereka ketika berhasil melakukan sesuatu supaya anak berani berkreasi. Sayangilah mereka dari dalam kandungan untuk melatih kecerdasan emosinya," tutupnya.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya