Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Dream - Jelang Idul Fitri, umat muslim di Indonesia disibukkan dengan persiapan pulang ke kampung halaman. Bersilahturahim dengan keluarga, tentunya jadi agenda wajib. Seluruh keluarga diboyong mudik, termasuk si balita.
Saat perjalanan mudik, penting untuk memperhatikan kondisi anak. Baik dari aspek kenyamanan, kesehatan hingga psikologisnya.
Menurut Ena Nurjanah, Ketua Lembaga Perlindungan Anak GENERASI, kemampuan anak untuk beradaptasi ketika menghadapi perjalanan panjang mudik tentu berbeda-beda.
Ia berpesan pada orangtua untuk mempersiapkan segala sesuatunya. Bekal pertama yang harus disiapkan tentu kebutuhan makan dan minum harus tercukupi. Orangtua juga disarankan tidak memaksakan anaknya untuk berpuasa selama perjalanan mudik.
" Hal ini akan membuat anak kelelahan dan cenderung mengalami kekurangan cairan tubuh," ujarnya
Apabila mudik menggunakan kendaraan umum, orangtua diharapkan selalu memantau kondisi anak agar terhindar dari tindak kejahatan. Selama dalam perjalanan, ajak anak untuk interaksi dengan dunia luar seperti menghitung jumlah pohon, mobil atau mencari warna-warna mobil tertentu.
Selain itu, orangtua juga bisa membawa buku cerita atau mainan kesukaan anak agar bisa menghiburnya selama dalam perjalanan.
" Selama perjalanan mudik, orangtua sebaiknya jangan berikan mainan gadget karena akan mengurangi minat anak untuk mengeksplor apa yang bisa dilihat selama dalam perjalanan," kata dia.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya