Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Mainan Anak (Foto: Dream/ Mutiara)
Dream - Berbagai jenis mainan kerap membuat orangtua bingung saat membeli. Tak sedikit pula yang membiarkan anaknya memilih mainan yang disukai.
Tahukah ibu, setiap jenis mainan memiliki fungsi berbeda bagi pemakainya? Tidak semua mainan dapat diberikan begitu saja pada anak, apalagi jika tak sesuai dengan usia mereka.
Menurut psikolog klinis anak dari Rumah Dandelion, Febiana Pratomo setidaknya ada empat hal yang perlu diperhatikan sebelum membeli mainan.
Yuk segera cari tahu apa saja yang penting diperhatikan saat memilih mainan anak.
© Dream
Mainan dirancang berdasarkan kebutuhan anak dalam mencapai tumbuh kembang mereka. Penyesuaian mainan berdasarkan usia sangat penting agar si kecil menikmati kegiatan bermain.
" Jika mainan disesuaikan dengan usia, maka sudah pasti sesuai dengan kemampuannya. Kalau terlalu sulit nanti dia frustasi, tapi kalau terlalu mudah ya dia bisa jadi cepat bosan," ujar Febiana di peluncuran ELC Toys Holiday Season, Jakarta, Selasa 12 November 2019.
© Dream
Mainan dibuat dengan jenis dan tujuan yang bermacam-macam seperti melatih motorik, daya kognitif, kreativitas, sensoris, bahasa dan sosial emosional. Selain menyenangkan, maianan yang bagus dapat memberi manfaat lebih untuk tubuh kembang si kecil.
" Semua aspek perkembangan bisa terstimulasi dengan jenis mainan yang tepat. Misalnya permainan interaktif tanya jawab sebagai cara anak mengungkapkan emosi dan melatih kemampuan sosial mereka," jelasnya.
© Dream
Biasanya anak-anak memiliki tema kesukaan di periode tertentu. Memberi mainan sesuai kesukaan si keil memang menyenangkan bagi mereka, namun orang tua juga dapat memberi mainan dengan tema berbeda agar mengenal hal lain.
" Kalau dia kurang tertarik pada mainan baru, kitanya harus ikut main dan buktikan bahwa itu juga seru lho," kata Febiana.
© Dream
Mainan yang bagus dirancang dengan mempertimbangkan faktor keamanan. Perhatikan keterangan produk. Beberapa hal yang perlu dipahami diantaranya jenis bahan, wadah atau plastik pembungkus dan choking hazard atau risiko tersedak.
" Pastikan tidak ada kepingan kecil karena mereka bisa saja memasukkan benda ke dalam mulut. Kemudian perhatikan cat, jenis bahan, bentuk runcing atau tumpul supaya bermain jdadi menyenangkan bukan mengkhawatirkan," pungkasnya.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya