6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Susu Formula (Foto: Shutterstock)
Dream - Banyak para ibu yang mengandalkan susu formula untuk memenuhi nutrisi bayinya. Pada beberapa kasus, ibu memiliki kesulitan menyusui atau bahkan tak bisa menyusui sama sekali.
Susu formula pun jadi pilihan utama. Penting diketahui, sebelum memberikan susu formula pada bayi, diwajibkan berkonsultasi dahulu dengan dokter. Hal ini untuk mengetahui kondisi si kecil dan rekomendasi dokter secara medis.
Setelah mendapat rekomendasi dokter, perhatikan betul kebutuhan si kecil. Dalam memilih susu formula, kebutuhan tersebut yang akan jadi acuannya. Misalnya, pada bayi yang memiliki alergi laktosa, cari susu formula yang lactose-free Formula.
Sementara pada anak mengalami yang alergi susu sapi, bisa saja direkomendasikan susu kedelai. Reaksi alergi ini biasanya baru diketahui setelah anak mengonsumsinya. Jadi, jangan kaget jika muncul bintik kemerahan, ruam atau mungkin diare saat anak baru mengonsumsi susu formula.
Setelah itu, perhatikan kandungannya. Bagi bayi di bawah 1 tahun, dibutuhkan kandungan lemak esensial atau sering disebut long-chain polyunsaturated fatty acids (LCPUFAs). Lemak ini sangat penting perkembangan otak dan mata.
Air susu ibu mengandung LCPUFAs (terutama DHA and AA). Pada susu formula lemak ini ditambahkan dan dibuat sedemikian rupa agar bisa terserap efektif oleh tubuh bayi.
Pastikan dalam pada produk yang dibeli, terdapat lemak dan protein tersebut.
Hal yang tak kalah penting penting adalah kandungan gula pada susu. Cari susu formula dengan kadar gula rendah. Level gula yang terlalu tinggi bisa membuat anak mengalami kegemukan di kemudian hari.
Sumber: Bellybelly
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
