Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Pemeriksaan Ultrasonografi (Foto: Shutterstock)
Dream - Setelah menikah, banyak pasangan memiliki rencana yang detail terkait masa depan. Memiliki buah hati tak jadi prioritas utama, pasalnya ada tujuan lain yang ingin lebih dulu dicapai.
Keputusan tersebut tentu dilakukan dengan banyak pertimbangan dan tak bisa disalahkan. Namun pastikan kondisi calon ayah dan ibu terkait kesehatan serta kesuburan terkontrol dan juga terencana dengan baik secara medis.
Sebuah studi terbaru yang diterbitkan oleh Flinder's University di Australian Journal of Primary Health, mengungkapkan bahwa baik pria maupun wanita memiliki pemahaman yang buruk terkait kesuburan dan usia.
Tim peneliti Alisha Evans, Sheryl de Lacey dan Kelton Tremellen melakukan survei online dengan 383 pria dan wanita Australia tanpa anak, berusia 18-45 tahun. Survei mengumpulkan data yang berkaitan dengan pemahaman mereka tentang kesuburan seiring bertambahnya usia orangtua.
Ketika sampai pada tingkat keberhasilan untuk IVF dan konsepsi alami, baik pria maupun wanita memprediksi tingkat keberhasilan yang lebih menguntungkan sesuai dengan usia. Pria cenderung melebih-lebihkan kemungkinan pembuahan lebih dari wanita, terutama ketika memprediksi tingkat keberhasilan bayi tabung atau IVF.
Studi ini juga mengungkapkan bahwa orang lebih sering menunda memulai keluarga demi hubungan yang stabil dan membangun karier. Hal ini karena nantinya akan bisa lebih mudah membayar penitipan anak dan uang cuti orangtua.
" Orang-orang pada umumnya melebih-lebihkan kesuburan wanita dan berencana menunda memiliki keluarga tanpa mengantisipasi kesulitan untuk hamil," kata Profesor Kelton Tremellen, profesor kedokteran reproduksi di Universitas Flinders.
Ia pun menyarankan, jika memang ingin menunda, calon ibu melakukan skrining cadangan ovarium secara tes rutin. Termasuk skrining kanker serviks, untuk wanita tanpa anak yang berusia lebih dari 30 tahun.
Skrining cadangan ovarium dapat menunjukkan apakah kesuburan wanita berkurang atau tidak. Hal ini juga nantinya bisa mendorong tindakan alternatif seperti pembekuan sel telur untuk diambil.
Sumber: KidSpot
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya