Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Anak Mengamuk (Foto: Shutterstock)
Dream - Salah satu momen paling 'horor' saat mengasuh anak adalah ketika ia mengamuk tak terkendali. Apalagi saat berada di tempat umum, dilihat banyak orang, semantara anak menangis, berguling, menendang bahkan memukul.
Kondisi ini bisa terjadi kapan saja dan di mana saja. Banyak faktor yang membuat anak mengamuk tak terkendali atau sering disebut tantrum. Seperti kondisi mengantuk, lapar, nyeri di bagian tubuh, kelelahan atau ketika tak bisa mengungkapkan apa yang dirasakan atau diinginkan.
" Tak ada teori paling tepat untuk meredakan anak yang tantrum. Hal itu pasti terjadi, anak harus mengeluarkan emosi yang dirasakannya. Pastikan saja ia tak terluka atau melukai orang lain saat mengamuk," ujar Patrick A. Coleman seorang pakar pengasuhan anak.
Saat anak tantrum sebenarnya bukan hanya ia yang butuh ditenangkan. Tapi juga orangtuanya. Justru orangtuanya terlebih dahulu yang menenangkan diri dan menurunkan level emosi.
Jika anak mengamuk hadapi saja, biarkan ia mengeluarkan dulu emosi negatifnya. Orangtua memang harus menelan 'pil pahit' berikut saat anak mengamuk.
Tantrum adalah normal
Semua anak mengalami dan tantrum merupakan hal yang normal. Terutama anak usia balita atau yang belum lancar berbicara. Pola tantrum sangat mudah diprediksi, dimulai dengan menangis, makin kencang kemudian ledakan kemarahan serta menangis hingga merintih. Emosi anak-anak belum matang dan tantrum adalah sebuah proses panjang menujung kematangan emosi.
Jangan beri nasihat saat tantrum
Ketika seorang anak mengalami tantrum, bukan waktunya untuk meminta mereka bersabar, diam atau tenang. Begitu seorang anak mengamuk yang ia butuhkan hanya mengeluarkan emosi dan pelukan hangat. Nasihat bisa diberikan ketika emosinya sedang stabil.
Sumber: Fatherly
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya