6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Mainan Anak ELC (Foto: ELC)
Dream – Bermain di rumah saja selama pandemi Covid-19 mau tak mau membuat orangtua harus kreatif. Anak-anak memang mudah bosan dengan mainan yang itu-itu saja, apalagi harus di rumah seharian.
Bagi Sahabat Dream yang terus menemami buah hati bermain, pastinya ingin agar aktivitas menyenangkan ini juga berdampak positif bagi tumbuh kembang anak. Bermain memang bisa menstimulasi perkembangan fisik, kognitif dan psikologis anak.
Untuk itu cobalah membuat permainan-permainan yang mengoptimalkan pertumbuhan si kecil secara optimal. Perlu diingat pentingnya permainan yang tepat untuk masing-masing usia untuk mengoptimalkan tumbuh kembang anak. Ayah dan ibu bisa mengikuti panduan berikut saat bermain dengan anak.
© Dream
Bermain sendiri untuk anak usia 0 – 2 tahun
Sensory play, di mana anak anak hanya melihat segala sesuatu yang menarik perhatiannya dan melakukan gerakan pada anggota tubuhnya
Solitary play, biasa dilakukan bersama-sama, anak dibiarkan bermain sendiri-sendiri dengan berbagai macam alat permainan yang mereka pilih
Permainan mengamati untuk anak usia 1 – 3 tahun
Onlooker play, di mana anak fokus mengobservasi sekelompok anak lain bermain
Bermain bersama untuk anak usia di atas 3 tahun
Parallel Play, di mana anak bermain permainan yang sama dengan anak lain, tetapi tidak terjadi kontak antara satu sama lain
Associative Play, di mana anak bermain bersama-sama dan diajarkan untuk saling meminjamkan mainan mereka masing-masing
Cooperative Play, di mana anak bermain bersama-sama dalam kelompok dan permainan ini memiliki aturan
© Dream
Nah, agar kegiatan bermain bersama anak menjadi lebih menyenangkan dan bervariasi, ada dua kategori permainan yang bisa dilakukan bersama, Structure Play dan Free Play.
Structure Play atau yang juga dikenal sebagai permainan berorientasi tujuan, umumnya melibatkan penggunaan logika untuk menyelesaikan masalah. Contohnya seperti mengikuti arahan untuk merakit mainan atau olahraga terorganisir seperti bermain bola.
Sedangkan Free Play adalah permainan kreatif dan berimprovisasi dengan kemungkinan yang tidak terbatas. Permainan ini membuat nak lebih berperan dalam memilih mainan apa yang mereka inginkan dan orangtua hanya merespons arahan yang diberikan anak. Permainan yang bisa dilakukan adalah seperti permainan balok, menggambar atau mewarnai.
" Tanpa disadari oleh anak, melalui kegiatan bermain yang menyenangkan, anak lebih mudah dalam menyerap banyak hal untuk perkembangannya. Kampanye #MainSamaAnak yang digagas oleh ELC (Early Learning Center) mengajak orang tua untuk mendampingi saat anak bermain agar dapat mengoptimalkan tumbuh kembang anak dengan bermain sesuai usianya," kata Mohit Nigam, Brand General Manager ELC Indonesia, dalam rilis yang diterima Dream.
Setelah berakhirnya masa PSBB, ELC pun kembali membuka gerainya pada 15 Juni lalu dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Bersamaan dengan dibukanya kembali seluruh gerai, ELC membuat Mid Season Sale yang bertajuk Super Savers. Potongan harga untuk mainan edukasi favorit anak-anak hingga 50% yang dimulai 25 Juni hingga 19 Juli 2020.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
