JK di NIU: Transisi Energi Hijau Tak Mudah, Butuh Koloborasi Pemerintah dan Dunia Usaha
Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh
Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
Kalung Plasenta Bayi (Foto: Instagram Ruth Avra)
Dream - Banyak cara yang dilakukan orangtua untuk mengabadikan momen istimewa kelahiran buah hatinya. Melalui foto, cap kaki, video hingga kini yang sedang ramai diperbincangkan adalah menjadikan plasenta si kecil sebuah perhiasan.
Untuk di Indonesia, plasenta atau ari-ari bayi biasanya dikubur. Ada juga yang menyimpannya di bank sel punca. Rupanya, kini di Amerika Serikat muncul tren menjadikan plasenta bayi sebagai perhiasan.
Mulai dari kalung, cincin hingga anting. Seperti yang dilakukan Ruth Avra, seorang pengrajin perhiasan. Awalnya, Ruth membuat kalung untuk temannya. Sang teman ingin menjadikan potongan plasenta sang anak menjadi perhiasan berharga.
View this post on Instagram
" Hasilnya tak disangka sangat elegan, unik dan istimewa. Seperti mengingatkan kembali ibu dan anak pernah tersambung dengan plasenta tersebut," kata Ruth.
Sejak itu ia pun mendapat banyak pesan dari para ibu yang baru melahirkan. Yaitu mengabadikan plasenta anak-anak mereka menjadi perhiasan cantik. Menurut Ruth, meskipun terlihat cantik tak semua orang bisa menerima perhiasan tersebut.
" Sebagian orang menganggapnya mengagumkan tapi ada juga yang menganggapnya menjijikkan, masing-masing memiliki sudut pandanganya," ungkap Ruth.
Sumber: Fatherly
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

JK di NIU: Transisi Energi Hijau Tak Mudah, Butuh Koloborasi Pemerintah dan Dunia Usaha

Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh
