Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Sandra Dewi (Foto: Instagram Sandra Dewi)
Dream - Menurunkan berat badan pasca melahirkan sangat sulit bagi banyak wanita. Tapi, hal ini tidak dirasakan oleh aktris cantik Sandra Dewi.
Walaupun sempat kaget karena naik puluhan kilo di penghujung masa kehamilan, tapi ia berhasil mengembalikan berat badannya dalam 2 bulan.
" Naik berat badannya di bulan ke-9. Tiba-tiba perutnya gede banget, naik puluhan kilo dan rasanya jelek banget. Nggak mau foto. Tapi, setelah melahirkan langsung turun 10 kilo dan berat badan kembali dalam 2 bulan," katanya dalam acara bincang-bincang bersama Teman Bumil di Tokopedia Tower, Jakarta Selatan, Kamis 31 Januari 2019.
Aktris 35 tahun ini tidak melakukan program diet atau berolahraga keras. Kesibukan mengurus anak pasca kehamilan membuat berat badannya menurun drastis.
" Pas melahirkan saja sudah sakit banget. Nifas yang banyak dan ASI selama 40 hari berhasil menguras banyak energi," ungkap Sandra.
Sejak awal kehamilan, ia memang tidak berencana untuk diet supaya asupan nutrisinya tetap terjaga.
" Saya nggak diet karena ASI. Pokoknya kalau yang saya makan bagus, ASInya akan bagus. Yang penting, makan 4 sehat 5 sempurna dan tidak berlebihan, nggak makan camilan manis," tutur istri Harvey Moeis ini.
Selain sibuk mengurus anak dan menjaga nutrisi, pesinetron asal Pangkal Pinang ini juga mendonorkan ASI untuk anak dari sahabatnya. Hal itulah yang membuat berat badannya turun drastis dan semakin gencar menjaga nutrisi.
" Belum lagi, saya juga donor ASI untuk anak sahabat yang waktu melahirkannya hanya beda 2 bulan tapi ASInya belum banyak. Jadi, ada tanggung jawab 2 bayi. Anak saya pun sangat aktif," ungkapnya.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya