Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Camilan Anak (Foto: Shutterstock)
Dream - Bagi anak yang masih berusia di bawah 6 tahun, sebelum pandemi ada banyak sekali kelas yang bisa diikuti untuk merangsang perkembangan motoriknya, baik halus maupun kasar. Bisa di kelas playgroup, art class atau mungkin kelas olahraga.
Keterampilan motorik sendiri merupakan kemampuan gerak dan kontrol yang melibatkan koordinasi otot dan saraf. Nah, memasuki bulan ke-6 kehidupan Si Kecil, sistem saraf dan kontrol ototnya semakin berkembang dan selaras. Kemampuan geraknya berubah, dari yang cepat dan spontan menjadi lebih halus dan terkontrol.
Seiring bertambahnya usia, si Kecil akan mengalami peningkatan kemampuan keterampilan motorik kasar dan halus. Pengembangan motorik kasar melibatkan koordinasi otot-otot besar untuk aktivitas yang lebih aktif. Kemampuan motorik kasar ini memungkinkan si Kecil untuk bisa duduk, berdiri, berjalan, berlari, menjaga keseimbangan, atau mengubah posisinya.
© Dream
Sementara itu, keterampilan motorik halus melibatkan koordinasi gerakan otot-otot kecil, meliputi tangan, jari-jari dan pergelangan tangan. Kemampuan motorik halus memungkinkan Si Kecil untuk melakukan berbagai hal.
Misalnya, menggerakan tangan untuk makan, menggambar, bermain, mengambil mainan atau barang-barang berukuran kecil, menggenggam dan memberikan benda, memasukkan benda ke dalam wadah dan sebagainya.
Keterampilan motorik ini harus diasah. Ayah atau ibu, bisa melakukannya sendiri di rumah. Bagaimana caranya? Ada tiga langkah yang bisa dilakukan.
© Dream
- Bermain telungkup
Untuk bermain ini tentu harus di bawah pengawasan orangtua. Posisikan si kecil tertelungkup untuk memperkuat otot leher dan punggungnya. Pancing perhatian anak dengan memegang mainan berwarna-warni serta bunyi yang menarik perhatiannya. Lakukan posisi ini selama 1-2 menit.
- Bermain bola
Gulirkan bola besar pada si kecil dan amati keterampilannya. Awalnya mungkin anak hanya seperti ‘menepuk' bola itu. Selanjutnya, ia akan berusaha untuk mendorong balik bola itu. Bermain memberi dan menerima.
Letakkan sesuatu yang dapat digenggam si kecil, lalu coba tarik atau ambil benda dengan lembut. Aktivitas ini membantu membentuk otot ketika anak berusaha menolak memberikannya.
- Latih jari dengan makanan camilan
Makanan ringan atau camilan sangat baik untuk melatih kemampuan motorik. Hal ini membuat setiap pengalaman makan menjadi waktu belajar yang menyenangkan bagi anak. Pilih camilan finger food. Untuk membantu merangsang kemampuan menggengam dan makan sendiri, contohnya seperti Milna Nature Puffs Organic.
" Pemberian makanan kecil yang sesuai dengan tangan si kecil atau dikenal dengan finger food adalah cara yang dianjurkan untuk mendukung koordinasi antara mata dan tangan Si Kecil, mengembangkan kemampuan menjepit dan mencengkeram, serta keterampilan mengunyah," kata dr. Muliaman Mansyur, Head of Medical KALBE Nutritionals dalam rilis yang diterima Dream.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya