Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Dream – Anak-anak terutama usia balita cenderung sangat pemilih dalam hal makanan. Mereka seringkali hanya ingin makan makanan tertentu dan tak mau mencoba menu baru. Misalnya, anak sangat suka ayam goreng dan tak mau sumber protein yang lain seperti daging atau ikan.
Padahal anak masih dalam tahap tumbuh kembang. Asupan nutrisi sehari-hari akan sangat dibutuhkan dalam proses tumbuh kembangnya. Baik untuk perkembangan fisik maupun kognitif. Dalam situasi pandemi seperti sekarang, imunitas anak juga harus selalu dijaga.
Salah satunya, dengan memenuhi kebutuhan nutrisinya dengan optimal. Penting bagi orangtua untuk memperhatikan asupan harian anak, terutama di masa pandemi. Imunitas yang baik merupakan modal penting bagi anak.
" Membangun sistem imunitas yang baik tak bisa dilepaskan dari pemenuhan kebutuhan nutrisi. Kebutuhan nutrisi anak relatif lebih besar dibandingkan orang dewasa, karena pada anak ada yang namanya aspek tumbuh kembang," kata dr. Juwalita Surapsari, M.Gizi, Sp.GK, dalam acara webinar Terapkan Gizi Seimbang Selama di Rumah Saja yang digelar Danone Specialized Nutrition Indonesia, 30 September 2020.
© Dream
Bagaimana cara memastikan anak mendapat nutrisi optimal? Salah satunya dengan menyajikan beragam menu dan bahan pangan. Terutama protein, karbohidrat, sayur dan buah.
" Kebutuhan akan nutrisi makro (karbohidrat, protein, lemak) dan mikro (vitamin dan mineral) harus dipenuhi. Saat di rumah saja, anak cenderung cepat bosan dan memilih makanan yang mereka sukai saja. Hal ini bisa berdampak pada kurangnya asupan nutrisi yang dibutuhkan untuk tumbuh kembang optimal," kata dr. Juwalita
© Dream
Buatlah rencana menu, jangan segan untuk melibatkan anak untuk membuat menu harian. Pastikan menu yang dibuat bervariasi dan mengandung gizi tinggi. Bukan hanya menyertakan protein hewani tapi juga nabati. Begitu juga menu sayur, pastikan olah dengan berbeda agar anak tak bosan.
" Sebagai contoh, olahan protein nabati dari kacang-kacangan. Olahan soya bisa dijadikan alternatif variasi dalam menu gizi seimbang. Terutama nutrisi untuk anak berbasis soya yang difortifikasi, dapat menjadi pilihan ibu karena dapat dikonsumsi oleh siapa saja, tidak hanya terbatas pada anak dengan kondisi medis tertentu,” ujar dr. Juwalita.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya