Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Aktivitas Fisik (Foto: Growfit Playground)
Dream - Situasi pandemi Covid-19 memang sangat menyedihkan bagi anak-anak. Mereka tak bisa bebas bermain di taman, berlarian, main sepeda, main bola bersama teman sebayanya.
Penerapan physical distancing harus dilakukan demi mengurangi risiko penularan Covid-19. Sekolah pun dilakukan secara online di rumah melalu laptop dan gadget lainnya. Tak heran kalau anak-anak semakin kurang melakukan aktivitas fisik.
Faktanya, menurut Direktur Kesehatan Kerja dan Olahraga Kementerian Kesahatan, Dr. Kartini Rustandi, anak-anak harus melakukan aktivitas fisik setidaknya 60 menit dalam sehari.
" Meskipun anak-anak makan dengan gizi yang cukup, tetapi tidak banyak melakukan aktivitas fisik, kalsium dan vitamin D yang diasup tidak akan berfungsi dengan baik. Olahraga atau aktivitas fisik yang dilakukan anak-anak harus mencakup lompat, lari, loncat dan lempar," ungkap dr. Kartini dalam rilis yang diterima Dream.co.id,
© Dream
Aktivitas fisik juga bermanfaat bagi psikologis anak, yaitu dapat mengontrol gejala depresi dan kecemasan. Termasuk membantu anak dalam mengembangkan kemampuannya bersosialisasi seperti mengekspresikan diri, interaksi sosial, dan membangun kepercayaan diri.
Permainan yang menguras fisik juga membantu tubuh untuk membuat antibodi atau sel darah merah yang bersirkulasi lebih cepat, sehingga bisa mendeteksi penyakit lebih awal.
© Dream
Untuk itu penting bagi orangtua untuk menyeimbangkan aktivitas fisik anak dengan waktu sekolah online yang biasanya hanya duduk di depan laptop. Tak bisa main keluar rumah mungkin bisa membuat permainan sendiri di rumah.

Salah satu permainan yang bisa jadi pilihan yaitu Growfit Playground yang merupakan sebuah tempat bermain in-room (dalam kamar). Anak-anak bisa bermain sekaligus berolahraga dengan cara yang menyenangkan.
Permainan yang terdiri memanjat dan bergelantung ini bisa diletakkan didalam kamar anak maupun ruangan bermain yang tidak terlalu luas, desainnya minimalis dan tidak terlalu memakan banyak tempat.
© Dream
Dream - Masa-masa pandemi Covid-19 seperti sekarang memang sangat tidak aman untuk membawa anak ke area tempat main umum atau playground. Terutama di mal, tempat banyak orang berkumpul.
Bagi Raffi Ahmad dan Nagita, jika Rafathar, putranya tak aman ke playground di mal, solusinya adalah membuat area main sendiri di rumah. Mereka bahkan sudah membuat desain awal ruang bermain putra kesayangannya itu.
Hal ini diketahui dari unggahan Raffi dan Nagita di akun Instagramnya. Tampak desain ruang main dibuat oleh konsultan Revastudio Interior. Nuansa warna alam dengan motif dedaunan tampak menonjol.
© Dream
Ada seluncuran, kolam bola dan permainan tali dan fitur memanjat yang terbuat dari kayu. Bagian bawahnya berupa lantai kayu yang dilengkapi dengan karpet dan sofa. Betul-betul mirip playground yang ada di mal.

(Foto: Revastudio Interior)
Senangnya Rafathar, tak perlu ke mal jika ingin mainan seru.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya