Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Dream - Jangan anggap sepele kebiasaan berbicara dengan bayi dan balita. Justru hal ini harus sering dilakukan orangtua dan pengasuh. Mengajak balita berbicara akan berdampak positif bagi perbendaharaan katanya.
Para peneliti dari University of York menemukan bahwa jumlah kata yang didengar seorang anak tidak hanya meningkatkan perkembangan kosa kata dan bahasa mereka. Tapi dapat juga berkontribusi pada pengembangan kemampuan nonverbal seperti penalaran dan pemahaman numerik.
Studi ini melibatkan 107 anak-anak. Dengan menggunakan perekam audio, bahasa dan kebiasaan mereka didokumentasikan selama tiga hari. Ditemukan adanya hubungan positif antara kemampuan kognitif dan kualitas bicara anak berdasarkan jumlah kata dan keragaman leksikal.
Sara Piekarski, ahli patologi bahasa, sangat setuju dengan penelitian tersebut. Menurutnya, ketika seorang anak tumbuh di lingkungan yang kaya bahasa, itu membentuk cara mereka memahami, melihat, dan menggunakan bahasa.
" Sebagai orang tua, kami memimpin dengan contoh, dan anak-anak secara alami mengembangkan metode dan penggunaan bahasa yang sama, bahkan pada usia yang sangat muda," katanya.
Juru bicara American Academy of Pediatrics (AAP) dan anggota komite eksekutif Dewan Anak Usia Dini Dr. Dipesh Navsaria, juga mengamininya. Ia mengingatkan orangtua untuk berkomunikasi secara intensif dan fokus dengan anak. Tak hanya secara verbal tapi juga non verbal.
" Ini bukan hanya tentang kata-kata tapi lebih pada sebuah interaksi. Bangun interaksi positif, dua arah dengan begitu anak belajar banyak hal," katanya.
Sumber: HealthLine
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya