6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
#GirlsTakeover "Sehari Jadi Pemimpin" 2019
Dream - Lima anak perempuan mengambil alih posisi Menteri Komunikasi dan Informatika RI, Duta Besar Swedia untuk Indonesia, pimpinan Google Indonesia, dan dua pemimpin redaksi surat kabar di Indonesia selama satu hari pada 9 Oktober 2019 di Jakarta.
Lima anak perempuan tersebut merupakan peserta kegiatan #GirlsTakeover atau " Sehari Jadi Pemimpin" yang digagas Plan Indonesia dalam rangka Hari Anak Perempuan Internasional – 11 Oktober.
Kegiatan yang diselenggarakan setiap tahun ini ditujukan untuk menyampaikan pesan ke publik bahwa anak perempuan juga bisa memimpin. Lima anak perempuan berusia 15 sampai 17 tahun tersebut terpilih melalui proses seleksi ketat oleh Plan Indonesia dan Youth Coalition for Girls.
Selama 10 hari pendaftaran, ada 506 pendaftar dari seluruh Indonesia yang mengirimkan tulisan dan video tentang isu gender di media. “ Ini menunjukkan antusiasme yang besar dari anak perempuan Indonesia untuk menunjukkan potensi dirinya,” ujar Dini Widiastuti, Direktur Eksekutif Plan Indonesia, seperti dikutip dari rilis yang diterima Dream.
© Dream
Tema #GirlsTakeover tahun ini adalah anak perempuan di media. Menurut Dini, tema ini sangat strategis untuk membangun opini publik yang positif tentang perempuan maupun pemimpin perempuan di media.
“ Kami melibatkan pimpinan beberapa lembaga yang berperan besar dalam membangun opini publik tentang perempuan di media,” ujar Dini.
Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara, mengapresiasi inisiatif ini dan mengakui peran sentral media untuk narasi yang positif tentang anak perempuan. “ Mereka berjuang untuk mendapatkan kesempatan yang setara. Tugas kita adalah bersinergi untuk mewujudkan media massa dan media sosial yang aman dan positif bagi semua pihak,” ungkapnya.
© Dream
Di kesempatan yang sama, Plan Indonesia berkolaborasi dengan Google Indonesia menyelenggarakan diskusi dan pelatihan seputar tips untuk menjaga privasi dan keamanan saat berinternet - #JagaPrivasimu untuk Perempuan Indonesia.
Pelatihan diselenggarakan untuk seluruh peserta #GirlsTakeover dan sekitar 100 anak perempuan yang tergabung dalam Youth Coalition for Girls dan dari beragam organisasi lainnya di kantor Google Indonesia. Kegiatan ini ditujukan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat, khususnya anak-anak perempuan tentang manfaat dan keamanan berinternet.
" Memperingati Hari Anak Perempuan Internasional ini, kami senang sekali dapat berpartisipasi dalam inisiatif #GirlsTakeOver agar membangkitkan antusiasme untuk bersama, kita tingkatkan pemahaman akan keamanan berinternet bagi perempuan, juga ciptakan peluang bagi perempuan (atau anak perempuan) untuk menunjukkan kepemimpinan, mengekspresikan diri, dan mencapai potensi penuh mereka," kata Managing Director Google Indonesia, Randy Jusuf.
© Dream
Selain di Jakarta, kegiatan #GirlsTakeover juga dilakukan di Nusa Tenggara Timur dengan tiga posisi yang diambil alih tiga anak perempuan, yaitu Gubernur NTT, Pemimpin Redaksi TVRI NTT, dan Pemimpin Redaksi Pos Kupang. Berikut adalah nama peserta Girls Takeover:
1. Riska, 15 tahun dari Lembata menggantikan posisi Menkominfo, Rudiantara
2. Sabrina, 15 tahun dari Blitar menggantikan posisi Managing Director Google Indonesia, Randy Jusuf
3. Wafi, 17 tahun dari Surakarta menggantikan posisi Duta Besar Swedia untuk Indonesia, Marina Berg
4. Naura, 17 tahun dari Magelang menggantikan posisi Direktur Pemberitaan Media Indonesia, Usman Kansong
5. Manda, 16 tahun dari Bogor menggantikan posisi Pemimpin Redaksi The Jakarta Post, Nezar Patria
6. Elin, 16 tahun dari Kota Kupang menggantikan posisi Gubernur NTT, Victor Laiskodat
7. Gema, 15 tahun dari Lembata menggantikan posisi Pemimpin Redaksi Pos Kupang, Hasyim Ashari
8. Veni, 15 tahun dari Nagekeo menggantikan posisi Kepala Seksi Pemberitaan TVRI Stasiun NTT, Irawati Barmantyas
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
