JK di NIU: Transisi Energi Hijau Tak Mudah, Butuh Koloborasi Pemerintah dan Dunia Usaha
Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh
Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
Mainan Sensori (Foto: Shutterstock)
Dream - Selama di rumah saja, bukan hanya orang dewasa saja yang merasa bosan dan jenuh, anak-anak pun mengalami hal yang sama. Terutama anak yang biasanya memiliki banyak aktivitas di luar rumah.
Jika orang dewasa bisa menggambarkan kondisi emosi dan perasaannya, beda dengan anak-anak. Si kecil cenderung mengalami perubahan sikap menjadi lebih rewel, sulit diatur atau bahkan mengamuk (tantrum).
Ada trik untuk meredakan emosi anak yang sedang tak stabil dengan cara seru, yaitu permainan sensori. Permainan ini berfungsi untuk meningkatkan kemampuan panca indera pada anak yang sangat berperan pada tumbuh kembang fisik dan emosinya.
Bagaimana caranya? Talla Aryanto, co-founder Buumi Playscape dan juga praktisi pendidikan anak usia dini membagikan trik membuat mainan sensori di rumah.
" Bisa dengan barang yang ada di rumah, seperti beras, tepung, kacang merah, maizena. Bukan hanya menstimulasi sensori tapi juga bisa juga jadi soothing method untuk anak-anak yang sering tantrum," ungkap Talla, dalam acara Ngobras Live Instagram bersama Dream.co.id, Senin 27 Juli 2020.
© Dream
Sediakan saja wadah yang telah diisi beras atau tepung. Setelah itu masukkan mainan anak di dalamnya, seperi mainan hewan atau balok. Minta anak untuk mencari dan mengumpulkannya sambil menyebutkan nama-nama binatang atau balok warna yang ditemukan.
Permainan ini bisa membantu meredakan emosi anak yang sedang tinggi. Tak hanya itu, stimulasi juga diberikan pada seluruh sensorinya.
" Biasanya anak-anak yang kurang distimulasi bisa mengalami over sensitivity. Misalnya dia gak suka banget pegang yang basah-basah, menolak buah yang basah-basah, jika anak kurang stimulasi sensori, bisa mengalami speech delay (keterlambatan bicara)," kata Talla.
Mainan sensori ini sangat dianjurkan untuk anak usia 7 tahun ke bawah. Terutama di situasi pandemi seperti sekarang di mana anak tak bisa bebas main ke luar. Berikan mainan yang bukan hanya menyenangkan bagi anak tapi juga bermanfaat bagi tumbuh kembangnya.
© Dream
Penasaran seperti apa mainan sensori yang seru? Buumi Playscape menyediakan beberapa activity box yang disesuaikan dengan usia anak. Lihat saja video Unboxing Playbox Buumi bareng Talla berikut.
View this post on Instagram
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh


5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun