Minggu, 11 Oktober 2026 Cari

Sihir Munir

Reporter : Sandy Mahaputra
Rabu, 18 November 2015 22:24
Sihir Munir
Ia sangat cerdik mengelabuhi barisan pertahanan lawan. Ketajamannya di kotak penalti tak kalah mengerikan dari trisula maut Blaugrana, Messi, Neymar dan Suarez.

Dream - Gooool....!!! Penonton di dalam stadion terbesar di Eropa itu bersorak serentak saat bocah berdarah Maroko mengoyak gawang Elche. Fans di Camp Nou, Spanyol kegirangan tak karuan saat striker mungil Barcelona itu secara cerdik lolos dari jebakan offside pemain lawan.

Sampai akhirnya si bocah 'ajaib' itu menceploskan bola dengan sentuhan pertama menggunakan sisi luar kaki.  Sorot mata ribuan fans di stadion dan rumah langsung tertuju ke si pencetak gol.

Mereka penasaran sekaligus kagum. Kali ini bukan Messi, Neymar ataupun Suarez. Bintang-bintang tim Barca. Tapi muka baru yang tak kalah tajam dengan trisula maut Blaugrana. Siapa?

Adalah penyerang muda Munir El Haddadi. Nama yang asing memang di telinga fans. Dan ini kali pertama, pemuda 19 tahun berdarah Maroko masuk tim senior Barcelona.

Hebatnya, Munir yang seorang muslim langsung mencetak gol saat Barcelona menjamu Elche di La Liga, Agustus tahun lalu. Debut itu kian manis, ia membawa timnya menang tiga gol tanpa balas.

Setelah laga selesai, hampir semua media Spanyol dan Eropa memasang foto si pemuda itu. Mereka semua tersihir oleh Munir. Dengan gaya permainan ciamik, banyak orang memprediksi dia bakal menjadi idola anyar tim kebanggaan publik Catalan.

" Saya sangat senang dengan debut ini. Gol itu saya persembahkan untuk orangtua, saudara-saudara dan semua keluarga yang selalu mendukung saya," kata pria kelahiran 1 September 1995 itu.

Sebelum memulai debut bersama Barcelona, Munir sempat tak percaya diri. Kata dia, sang pelatih Luis Enrique memberikan semangat agar terus bekerja keras, sehingga punya lebih banyak kesempatan.

Munir sampai tak bisa tidur sebelum pertandingan karena begitu bersemangat untuk bermain. " Dia sudah naik ke tingkat yang mengagumkan. Dia memberi kami pilihan di lini depan, mencetak gol dan dia kompetitif," Enrique memuji Munir.

Merasa beruntung dengan perjalanan kariernya, Munir menegaskan tidak akan besar kepala. Ia sama seperti biasanya, meski latihan dengan Lionel Messi cs adalah sebuah mimpi.

Kegemilangan Munir membuat rival abadi tim yang dibelanya, Real Madrid menyesal bukan kepalang. Munir kecil dulu di depan mata mereka justru 'dicampakan'. Tapi kini, ia menjelma jadi juru gedor yang menebar ancaman gawang lawan.

Punya kaki kiri mematikan...

1 dari 2 halaman

'Predator' Haus Gol

'Predator' Haus Gol © Dream

Munir adalah putra dari Mohammed El Haddadi, seorang imigran asal Maroko yang mengadu nasib di Spanyol dengan naik perahu nelayan berisi 20 orang menembus Selat Gibraltar. Saat itu umurnya masih 18 tahun.

Tiba di Andalusia sebagai pendatang ilegal, Mohammed sering menghindari kejaran polisi. Dia sempat bekerja di jalanan dan belajar memasak di Bilbao. Setelah bekerja serabutan untuk beberapa lama, dia akhirnya bisa mendapatkan dokumen resmi kewarganegaraan Spanyol.

Beberapa tahun kemudian, Mohammed akhirnya menjadi koki di Restoran Cul de Sac yang dikelola oleh Inaki Ongay di Madrid. Dari sinilah kehidupan Mohammed mulai membaik dan dia kemudian berkeluarga dengan menikahi wanita Spanyol yang menjadi rekan kerjanya di restoran.

Munir lahir pada 1 September 1995, di San Lorenzo de El Escorial, Madrid, sebagai anak tertua dari empat bersaudara. Dia punya dua adik laki-laki dan satu adik perempuan.

Tahu anaknya berbakat main sepakbola, Mohammed mendaftarkan Munir ke CD Galapagar saat usianya baru 11 tahun.

Para pencari bakat pun mulai melihat kekuatan dan keakuratan kaki kiri Munir saat memainkan si kulit bundar. Munir seolah selalu haus gol dengan kaki kirinya.

Hal itu rupanya tak lepas dari pantauan majikan ayahnya, Inaki, yang kemudian menceritakan kehebatan Munir kepada direktur Real Madrid yang jadi langganan restorannya. Namun apa yang disampaikan Inaki itu seperti dianggap angin lalu oleh Real Madrid.

Hingga akhirnya akademi milik Atletico Madrid mengajak Munir untuk bergabung. Ketika usianya 14 tahun, Atletico meminjamkan Munir ke CF Rayo Majadahonda dengan harapan bisa mengembangkan kemampuan sebelum masuk tim yunior klub asal Madrid tersebut.

Tak disangka, Munir mencetak 32 gol dalam 29 pertandingan saat bermain untuk CF Rayo Majadahonda, setelah tampil mengesankan selama musim 2010-2011.

Kemampuan Munir yang luar biasa itu rupanya mencuri perhatian klub-klub besar, baik di dalam maupun di luar Madrid. Tak kurang dari Getafe, Osasuna dan bahkan Manchester City mendekati agen Munir, Antonio Gabaldon. Namun semua itu terlambat.

Masalahnya, dua pencari bakat Barcelona, seperti Jose Luis Colomo yang berbasis di Madrid dan Francisco Javier García Pimienta, pelatih tim Juvenil B Barca, sudah mendahului tim-tim tersebut untuk mendapatkan Munir. Munir akhirnya memilih masuk akademi Barcelona, La Masia, pada 2011.

Benar saja, ketajaman Munir untuk menjaringkan bola semakin menggila. Dia mencetak sampai 22 gol di tahun pertama, mengklaim atas gelar pencetak gol terbanyak sekaligus mengantar Juvenil B meraih gelar liga.

Tidak lama kemudian, Munir diberi penghargaan berupa perpanjangan kontrak dan promosi ke Juvenil A. Munir pun hanya dua peringkat di bawah seniornya, seperti Lionel Messi dan kawan-kawan.

Musim 2013-14 menjadi tahun terobosan karier Munir. Di samping menjadi bintang di Juvenil A, pada Maret 2014 dia menjalani debut di Barcelona B yang menghuni divisi dua liga Spanyol. Meski Barcelona B hanya mampu finis di tempat ketiga dalam liga, Munir mencetak 4 gol dari 11 pertandingan hingga akhir musim.

Sejak awal 2014, nama Munir terus dikaitkan dengan transfer pemain. Sejumlah klub seperti Arsenal, Paris Saint-Germain, Real Madrid, dan Bayern Munich sempat digadang-gadang akan memboyong Munir. Sebelum akhirnya memperpanjang kontrak dengan Barca sampai Juni 2017 dengan klausul pelepasan mencapai 35 juta Euro (Rp 515 miliar).

Dipanggil Tim Matador...

2 dari 2 halaman

Singkirkan Messi

Singkirkan Messi © Dream

Munir kemudian dipercaya Vicente Del Bosque untuk memperkuat timnas Spanyol untuk laga melawan Macedonia di kualifikasi Piala Eropa 2016. Meski tidak mencetak gol, Munir merasa bangga bisa membela panji Spanyol karena itu adalah cita-citanya sejak masa kanak-kanak dahulu.

Aksi Munir berbalut jersey La Roja menyudahi spekulasi mengenai timnas senior pilihannya. Munir sempat merasa bimbang soal timnas yang akan dibelanya.

Sebagai keturunan Maroko, Munir merasa punya kewajiban untuk menjaga patriotisme dengan membela tim asuhan Badou Ezzaki. Namun di sisi lain, dia lahir dan besar sebagai seorang Spanyol.

Namun Mohammed mengatakan putranya akan mewakili negara yang lebih dulu menghubungi dirinya. Dan panggilan yang dilakukan pelatih Spanyol Vicente Del Bosque telah menutup peluang Maroko.

" Anak saya berkata kepada saya, 'ayah aku tidak tahu apa yang akan aku lakukan'. Saya katakan kepadanya untuk pergi dengan yang memanggil terlebih dahulu," kata Mohammed kepada Radio Onda Cero.

" Spanyol memanggil pertama kali dan ia pergi dengan mereka. Jika Maroko memanggil pertama kali ia juga akan pergi ke sana. Saya selalu mengatakan kepadanya untuk pergi ke siapa pun yang pertama membuka pintu."

Selain itu, menurut peraturan FIFA, seorang pemain yang telah membela satu negara di tim senior tidak boleh membela tim negara lain.

Kini Munir telah resmi sebagai pemain timnas Spanyol dan di usianya yang masih muda, dia memiliki peluang untuk berkembang menjadi pemain besar. Bahkan kehidupan keluarga Munir kini jauh lebih baik daripada saat ayahnya saat datang ke Spanyol.

Dahulu, pendapatan ayahnya hanya 23 ribu Euro (Rp338 juta) per tahun. Sedangkan Munir memiliki penghasilan 150 ribu Euro (Rp2,2 miliar) per tahun. Karena masih terdaftar sebagai pemain Barcelona B, Munir akan mendapat tambahan 24 ribu Euro (Rp353 juta) jika dia bermain untuk tim utama Barcelona.

Sebagai pemain muda yang berbakat, Munir mendapat sederet penghargaan individual. Dia masuk peringkat 13 dalam daftar 100 Pemain Muda Terbaik yang Layak Dipertimbangkan 2015 versi outsideoftheboot.com (OOTB) untuk kategori penyerang.

Dia juga menjadi pemenang penghargaan 'Debutan Musim Ini' di ajang Talent Radar Awards 2015 versi OOTB. Selain itu, dia juga masuk dalam daftar 10 Penyerang Terbaik di Talent Radar Player Rankings versi OOTB.

Di usia belia, 19 tahun, Munir masih perlu banyak belajar dari para seniornya. Dan kini, ia terus mendapatkan tempat di tim utama Barca. Ia diplot menganti posisi Messi yang tengah cedera.

Beri Komentar