Curhat Kaum Perempuan Berkarier di Dunia Startup

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Selasa, 10 Maret 2020 15:24
Curhat Kaum Perempuan Berkarier di Dunia Startup
Profesi dan dunia startup masih punya stigma soal keterlibatan perempuan.

Dream - Perkembangan Teknologi Informasi (TI) yang sangat cepat membuat pertumbuhan perusahaan rintisan (startup) tumbuh bak akademis. Tak hanya e-Commerce, banyak startup kini menawarkan layanan mulai dari kelas memasak, menjahit, sampai desain grafis.

Menambah peluang karier semakin lebar, bekerja atay membangun perusahaan startup ternyata punya tantangan sendiri bagi kamu perempuan. 

Cofounder maubelajarapa.com, Dwina M. Putri, menceritakan dunia TI sampai saat ini masih dikaitkan dengan bidang kerja yang hanya digeluti kaum adam. Stigma ini juga melekat di pikiran banyak masyarakat di Tanah Air.

“ Tantangan kami lebih ke stigma masyarakat,” kata dia dalam acara “ Talkshow Perempuan #BisaSemua” di Jakarta, Senin 9 Maret 2020.

Dwina mengakui jumlah kaum perempuan yang bergelut di bidang teknologi memang masih sangat sedikit. Meskipun lebih banyak digandrungi kaum adam, perempuan sebetulnya punya kemampuan yang sama atau bahkan lebih baik saat membangun startup.

1 dari 5 halaman

Percaya Diri

Kalangan perempuan, lanjut Dwina, acapkali sering diremehkan meski memiliki keahlian yang sebetulnya lebih baik dari kaum pria. Satu-satunya cara untuk menghapus anggapan miring tersebut adalah dengan membuktikan keahliannya pada masyarakat.  

“ Jadi, kita harus membuktikannya. Kalau misal skill-nya hebat, ya, dilihatnya tetap cuma segitu,” kata dia. 

Dwina juga menyarankan kepada perempuan yang ingin terjun ke dunai startup untuk memiliki rasa percaya diri dan diimbangi dengan kemampuan yang bagus. Dengan begitu, kaum hawa bisa membuktikan diri bisa mengerjakan segala bidang, bahkan yang didominasi oleh laki-laki sekali pun.

Dengan pembuktian tersebut, Dwina berhasil mematahkan stigma dan membuktikan kepada orang-orang yang meremehkan dirinya bahwa perempuan juga bisa menekuni bidang apa pun.

(Sah, Laporan: Raissa Anjanique Nathania)

2 dari 5 halaman

Indonesia Peringkat ke-4 Pemimpin Wanita Terbanyak

Dream - Dunia usaha menghilangkan berbagai hambatan untuk mewujudkan kesetaraa gender di tingkat senior. Setidaknya kini ada satu wanita di jenjang manajemen senior di seluruh dunia yang bertahan stabil di angka 87 persen.

Angka ini mengalami peningkatan hampir 20 poin selama lima tahun terakhir.

Dikutip dari keterangan tertulis Grant Thornton, Selasa 10 Maret 2020, menurut laporan Women in Business 2020, Indonesia dan Meksiko menduduki urutan keempat dengan persentase pemimpin wanita terbanyak di dunia.

Ada 37 persen wanita yang menduduki posisi manajemen senior. Urutan tertinggi ada di Filipina sebanyak 43 persen, Afrika Selatan 40 persen, dan Polandia 38 persen.

Laporan Women in Business tahun ini juga memperlihatkan upaya mewujudkan kesetaraan gender di Indonesia seperti memberikan bimbingan dan pembinaan (52 persen), menciptakan budaya inklusif (35 persen), dan penetapan target/ kuota untuk keseimbangan gender di tingkat senior (31 persen) kesemuanya memperlihatkan peningkatan dibanding tahun sebelumnya.

 

 © Dream



Global Leader Grant Thornton International, Fracesca Lagerberg, mengaku senang melihat perusahaan-perusahaan di pasar kelas menengah yang berusaha untuk mendorong kemajuan dan akses ke posisi kepemimpinan wanita.

“ Pada tahun 2018 kita melihat adanya peningkatan tajam dalam representasi wanita di tingkat senior, namun angka tahun ini tercatat stabil dan ini berarti bahwa perubahan di posisi senior masih akan terjadi,” kata Lagerberg.

Dia mengatakan tahun ini ada peningkatan pada kesetaraan gender di level pemimpin tertinggi perusahaan-perusahaan.

Di dunia, jumlah perusahaan yang CEO-nya perempuan naik dari 15 persen pada 2019 menjadi 20 persen pada tahun ini. Di Indonesia, jumlah perusahaan yang CEO-nya wanita juga meningkat dari 19 persen pada 2019 menjadi 20 persen pada 2020.

3 dari 5 halaman

Tiga Posisi Senior Terbanyak di Indonesia yang dijabat oleh Wanita

Berikut ini ada tiga posisi senior terbanyak di Indonesia yang dijabat oleh perempuan.

Laporan Women in Business 2020 juga menunjukkan tiga posisi terbanyak yang diduduki wanita di jenjang manajemen senior di Indonesia:

1. Chief Finance Officer (CFO) sebanyak 48 persen.
2. Human Resources Director sebanyak 26 persen.
3. Chief Information Officer (CIO) sebanyak 25 persen.

Pada tahun lalu, Chief Information Officer (CIO) menduduki peringkat tiga menggantikan posisi favorit selama ini, Chief Marketing Officer (CMO).

“ Penting bagi perusahaan-perusahaan untuk menciptakan lingkungan yang aman dan mendorong kemudahan akses bagi wanita-wanita untuk tumbuh dan berkembang,” kata Managing Partner Grant Thornton Indonesia, Johanna Gani.

Gani mengatakan kesetaraan gender memberikan banyak manfaat bagi dunia usaha berkat sudut pandang yang menyeluruh. Inisiatif tersebut juga membutuhkan peran dari para pemimpin senior pria.

Selain itu menciptakan suasana pekerjaan yang fleksibel dan menyediakan pembinaan serta bimbingan akan berkontribusi signifikan terhadap kesetaraan gender.

“ Ketika semua sudah menjalankan komitmennya, transformasi yang nyata akan terjadi dengan sendirinya,” kata dia.

4 dari 5 halaman

CEO Ini Sarankan Pegawai Perempuan Tak Malu Menangis

Dream – Sahabat Dream, apa pandanganmu terhadap sosok wanita perkasa di kantor? Biasanya mereka digambarkan sebagai sosok yang tangguh, tak pernah mengeluh, bahkan kualitas pekerjaannya setara dengan para pria.

Ada juga yang memandang wanita karier tangguh adalah mereka yang tak pernah menangis saat beban kerja begitu sangat besar.  

 

Setiap orang bebas memiliki persepsi sendiri tentang wanita karier tangguh. Begitu pula dengan seorang bos brand merek mewah yang tak sependapat jika perempuan tangguh adalah mereka yang tak punya sifat cengeng atau menangis di tempat kerja.

Dikutip dari CNBC, Senin 10 Februari 2020, Paltrow tidak setuju jika perempuan harus bersikap seperti lelaki di kantor atau tak boleh menangis di tempat kerja. Dia mengatakan gagasan bahwa perempuan harus bersikap “ gagah” di kantor itu tidaklah benar. Pemikiran ini justru membuang sebagian diri dari wanita.

“ Saya rasa itu semuanya omong kosong,” kata dia.

Seharusnya, kata Paltrow, para pemimpin wanita sebaiknya merangkul kerapuhan hatinya dengan kecerdasan dan intuisi.

“ Saya rasa perempuan boleh menangis semaunya untuk menunjukkan sisi wanita di tempat,” kata dia.

 

 © Dream

 

Paltrow menyarankan perempuan harus menggunakan kekuatan uniknya untuk bisa sukses. Dia juga tidak memungkiri CEO wanita acapkali merasa perlakuan yang berbeda saat konferensi.

“ Ada pertanyaan yang didapat CEO wanita, tetapi pria tidak. Misalnya, ‘bagaimana caranya mengatur waktu sebagai seorang ibu’,” kata dia.

5 dari 5 halaman

Studi: Wanita Lebih Stres di Kantor, Pria Cenderung Pemarah

Dream - Sahabat Dream, wanita memang lebih frustrasi dan tertekan di perusahaan ketimbang pria. Namun urusan emosi, pria disebut bisa lebih merasakan ketimbang wanita.

Dikutip dari Mirror, Rabu 29 Januari 2020, peneliti dari Anglia Ruskin University, Inggris, dan Totaljobs, melakukan survei perilaku karyawan pria dan wanita di kantor.

Penelitian ini dilakukan kepada 2 ribu pekerja di Inggris dan 250 manajernya. Mereka meneliti cara karyawan mengekspresikan emosinya. 

Hasilnya, lingkungan kerja bisa membawa kegembiraan, kejutan, kemarahan, kesedihan, rasa jijik, dan ketakutan. Penyebabnya bukan karena pekerjaan, melainkan rekan kerja.

Peneliti menemukan wanita lebih stres dan frustrasi di tempat kerja. Namun, pria bisa lebih emosional di tempat kerja daripada kaum hawa.

Kaum adam merasa lebih emosi ketika proyek-proyeknya melewati deadline atau anggarannya melampaui batas.

Dalam studi ini, pria berpotensi marah dua kali lipat daripada pria jika idenya diabaikan. Ada 43 responden yang memilih untuk berteriak untuk melampiaskan emosinya. 

Mereka juga lebih mungkin memilih tindakan ekstrem daripada wanita. Ada 20 persen responden yang memikirkan untuk keluar dari pekerjaannya ketika menghadapi masa-masa sulit.

“ Pria lebih cenderung merasa emosi yang berkaitan dengan kekuasaan, seperti kemarahan atau kesombongan. Faktanya, emosi dan kekuatan saling berkaitan,” kata peneliti dari Anglia Ruskia University, Terri Simpkin.

Beri Komentar
Cara Samuel Rizal Terapkan Hidup Sehat Pada Anak