Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Ilustrasi Shutterstock
Dream - Pernah memikirkan seberapa dingin permukaan Bumi? Menurut pengukuran satelit terbaru, bagian permukaan Bumi yang paling dingin adalah minus 62°C.
Para ilmuwan mencatat suhu ekstrem ini di lapisan es dalam yang berada di tengah Antartika (Kutub Selatan) bagian timur selama musim dingin yang panjang dan gelap.
" Itu adalah tempat di mana suhu dingin Bumi mendekati batasnya, yang hampir sama seperti planet lainnya," kata Ted Scambos, pemimpin penelitian National Snow and Ice Data Center di University of Colorado, Boulder.
Pengukuran ini memecahkan rekor suhu udara terdingin sebelumnya yang pernah dicatat di dunia, di area yang sama.
Suhu udara terdingin sebelumnya tercatat di Stasiun Pemantau Vostok Rusia dekat Kutub Selatan pada tahun 1983. Saat itu, suhu udara di wilayah itu mencapai minus 53,6°C.
Untuk mengukur udara yang sangat dingin saat itu, para ilmuwan Rusia menggunakan masker khusus yang akan menghangatkan udara sebelum mereka menghirupnya.
Tanpa alat khusus, manusia tidak bisa menghirup udara yang sangat dingin tidak lebih dari beberapa tarikan napas. Jika memaksakan, maka akan menyebabkan paru-paru kita mengalami pendarahan.
Jika dilihat dari permukaan, lapisan es di Vostok itu mungkin terlihat rata dan datar. Tapi sebenarnya itu adalah kubah es yang mirip dengan cangkang kura-kura yang luas.
Vostok hanya menempati sebagian kecil dari permukaan kubah es raksasa itu. Tim Scambos menemukan titik yang lebih dingin yang berada di puncak kubah es tersebut.
Karena tidak ada stasiun pemantau di puncak kubah es itu, tim Scambos menggunakan data satelit untuk mengukur suhunya.
Satelit dapat mendeteksi suhu di permukaan es saat melintas di atas Antartika. Scambos dan rekan-rekannya menyaring data satelit selama bertahun-tahun untuk memetakan kapan dan di mana suhu terendah bisa ditemukan di permukaan Bumi.
Titik terendah ditemukan di sebuah cekungan kecil di puncak kubah es yang berada pada ketinggian 3800 meter.
Scambos mengatakan bahwa dibutuhkan kondisi khusus agar tercipta suhu ekstrem tersebut.
Pertama, wilayah itu harus mengalami musim dingin panjang dengan malam yang juga panjang. Kedua, angin tidak bergerak untuk beberapa hari dengan langit cerah tidak berawan. Ketiga, tidak ada debu es yang menempel di permukaan lapisan es.
Penelitian Scambos dan timnya ini telah diterbitkan di Geophysical Research Letters edisi Senin, 25 Juni 2018.
(Sumber: National Geographic)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia


5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang