Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Dream - Olaharaga selama kehamilan sangat dianjurkan. Aktivitas fisik bisa mengurangi nyeri punggung pada ibu, janin lebih sehat dan menurunkan risiko pasca persalinan. Tapi pastikan ibu hamil memilih olahraga yang aman dan nyaman.
Ada hal-hal yang sebaiknya dihindari dan tidak dilakukan. Dilansir dari metro.co.uk, Rosie Stockley pendiri Mamawell memaparkan sejumlah hal yang sebaiknya dihindari ibu hamil saat melakukan olahraga. Berikut penjelasannya
© Dream
Perlu selalu dipastikan janin dalam kandungan mendapat oksigen yang cukup. Untuk memastikan bayi dalam kandungan mendapat oksigen yang cukup, ibu sebaiknya tidak terlalu lama menahan napas saat olahraga. Jenis olahraga seperti mengangkat beban atau melakukan gerakan plank yang mengharuskan menahan napas dalam waktu yang cukup lama sebaiknya dihindari.
Perlu diperhatikan juga bahwa 12 minggu pertama kehamilan merupakan masa yang sangat krusial. Periksakan diri ke dokter untuk memastikan tidak ada masalah atau komplikasi di trimester pertama kehamilan. Jika sebelumnya tak terbiasa melakukan olahraga, saat hamil bisa cukup lakukan olahraga ringan seperti jalan kaki sesuai dengan kemampuan.
© Dream
Setelah trimester pertama, berkembangnya janin bisa meningkatkan risiko supine hypotensive syndrome atau tekanan darah rendah pada ibu hamil. Saat olahraga, selalu pastikan aliran darah bisa tetap berjalan lancar. Hindari posisi berbaring atau posisi yang menghambat aliran darah kembali ke jantung.
© Dream
Gerakan yang terlalu fokus atau memberi tekanan pada bagian inti (core) tubuh sebaiknya dihindari. Contohnya? Contohnya seperti gerakan crunches, planks, dan gerakan isometric lainnya.
© Dream
Selalu minum air putih dan ambil jeda istirahat yang cukup setiap kali olahraga. Hindari cuaca panas atau melakukan olahraga di tempat yang terlalu panas. Tujuannya untuk menghindari risiko gangguan sistem saraf pusat akibat kenaikan suhu.
Selalu periksakan diri ke dokter untuk memastikan kondisi kita cukup baik untuk melakukan olahraga yang disarankan selama kehamilan. Semoga info ini bisa membantu kita lebih mengoptimalkan sekaligus lebih berhati-hati dalam berolahraga saat sedang hamil.
Laporan Endah Wijayanti/ Fimela.com
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya