Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
(singaporeseen.stomp.com.sg)
Dream - Alis seorang wanita Singapura menjadi bengkak dan justru terlihat seperti Shinchan. Kejadian setelah menjalani paket sulam alis senilai 3.000 dollar Singapura (sekitar Rp 29 juta) di sebuah cabang salon kecantikan di Serangoon tahun lalu.
Menurut sebuah laporan di Shin Min Daily News, wanita bernama Kai Ling awalnya hanya ingin tahu berapa biaya sulam alis.
Saat menanyakan harga sulam alis, Ling mendapat jawaban 70 dollar Singapura. Tetapi pihak salon bilang bahwa sulam alis dengan harga itu tidak menghasilkan alis yang indah. Ling direkomendasikan untuk mengambil paket 1.000 dollar Singapura atau 3.000 dollar Singapura.
Akhirnya Ling mengambil paket 3.000 dollar Singapura dengan harapan dia bisa menikmati layanan di salon cabang lain secara gratis.
Sejak mendaftar untuk paket itu, Ling telah berkunjung ke berbagai cabang salon kecantikan tersebut. Namun, dia sering diminta untuk membayar lebih untuk meng-upgrade paket kecantikan.
Seperti yang terjadi tahun lalu, Ling disarankan untuk top-up 200 dollar Singapura untuk meng-upgrade paket sulam alis 3D menjadi 4D. Lagi-lagi, Ling setuju dengan penawaran tersebut.
Pada 24 November lalu, dia pergi ke salon kecantikan untuk melakukan sulam alis.
Di sana ia diperkenalkan dengan promosi lain, tato alis 6V senilai 300 dollar Singapura. Tapi, kali ini dia menolak tawaran itu.
"Manajer salon mengatakan saya akan menyesal jika menolaknya. Dan saya tidak menyadari bahwa itu ternyata adalah ancaman," katanya kepada Daily China.
"Setelah melakukan sulam alis, ahli kecantikan di samping saya terlihat menyeringai dan berkata 'bengkak! Alisnya bengkak!!'. Mereka menggerak-gerakan tangan, seolah-olah itu adalah lelucon."
Ling tidak menyadari apa yang terjadi sampai dia pergi ke kamar kecil. Dia kaget sekali saat melihat kelopak mata kanannya bengkak dan alisnya tampak sangat tebal dan mirip dengan karakter kartun, Crayon Shinchan.
Setelah kembali dari salon kecantikan, Ling mengompres matanya dengan es dan pembengkakan berkurang. Ling sekarang menghabiskan seluruh waktunya di rumah karena ia takut untuk bertemu orang-orang.
Dia menambahkan bahwa baik ibu dan putrinya terkejut setelah melihat dia kembali dari salon.
Direktur salon kecantikan Zhang menanggapi insiden dalam sebuah wawancara. Ia mengatakan penyelidikan awal dari kejadian ini telah dilakukan untuk mengetahui lebih banyak informasi dari para pelanggan.
Dia menekankan pembengkakan setelah sulam alis adalah hal yang normal. Staf salon telah menjelaskan situasi tersebut kepada Ling sebelumnya dan menyarankan dia cara merawat matanya setelah dilakukan sulam alis.
Mengenai layanan pelanggan yang buruk, Zhang mengatakan, sikap buruk dan perilaku kasar jelas-jelas melanggar peraturan perusahaan. Perusahaan tidak akan mentolerir tindakan seperti itu.
Namun, ia menambahkan penyelidikan tidak menemukan adanya dugaan tersebut.
Mengenai tuduhan menjual layanan sangat mahal dan memaksa, Zhang mengatakan, staf wajib memberitahukan promosi terbaru kepada pelanggan. Dan jika pelanggan menolak, staf tidak akan menekan mereka untuk membeli.
(Sumber: singaporeseen.stomp.com.sg)
Advertisement

Benarkah Kecerdasan Manusia Menurun? Studi Ungkap Tren Mengkhawatirkan Sejak 2012

Mengapa Anak Suka Makan Upil? Sains Punya Penjelasan di Balik Kebiasaan Ini

Kurang Tidur Bisa Ganggu Gula Darah dan Kesehatan Jantung, Olahraga 10–15 Menit Ini Bisa Membantu

Sering Buang Angin Tanpa Sebab Jelas? Kebiasaan Mengunyah Permen Karet Bisa Jadi Pemicunya

Berawal dari Penyakit Misterius dan Mayat Membusuk, Begini Sejarah Mitos Vampir yang Mendunia

IHSG Lanjutan Menguat ke Level 5.387, Saham Bank Pelat Merah Bermekaran

Teori Lipstik: Mengapa Penjualan Lipstik Mewah Bisa Meningkat Saat Ekonomi Memburuk?