Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Dream - Buang gas terus-menerus pada orang dewasa bisa jadi adanya masalah dalam sistem pencernaan. Saat bayi mengalaminya, yaitu buang angin terus menrus, kerap menimbulkan kepanikan.
Penting diketahui, bayi sebenarnya memiliki level gas yang sangat tinggi. Ia mengeluarkannya sepanjang waktu baik melalui buang angin, serdawa, dan buang air. Bayi boleh dibilang lebih sering buang angin daripada orang dewasa.
Tak perlu panik, karena hal tersebut sangat normal. Mengapa demikian? Bayi selalu minum ASI maupun susu formula. Sistem pencernaannya bekerja sepanjang waktu. Ditambah lagi, berat badan bayi naik dengan cepat sekitar 140 hingga 200 gram setiap minggu.
Hal tersebut membuat organ pencernaan bekerja aktif dan memicu produksi gas terus menerus. Selain dari aktifnya pencernaan serta pertumbuhanyang pesat, ada juga hal yang memicu si kecil sangat sering buang angin.
Antara lain ketidakseimbangan bakteri dalam usus. Bayi dilahirkan dengan usus yang benar-benar bersih, yang berarti mereka tidak memiliki probiotik. Bakteri baik dalam probiotik memproses nutrisi dalam makanan dan melengkapi enzim pencernaan.
Oleh karena itu, bayi perlu beberapa bulan untuk mencerna ASI dengan benar. Ini sering mengarah pada pembentukan gas yang berlebihan. Setelah bayi mengambil 'bakteri baik' melalui menyusui dan sumber makanan, buang gas yang berlebihan akan berhenti.
Bayi yang selalu buang angin juga bisa dipicu karena posisi menyusui yang salah. Jika posisinya tidak tepat, bayi akan menelan banyak udara. Udara ini bisa membentuk gelembung di usus yang menyebabkan buang gas berlebihan.
Salah satu cara untuk membantu bayi dalam situasi ini adalah mencari posisi yang tepat saat menyusui sehingga ia tidak menelan udara berlebih. Bisa juga mencoba menempatkan bayi dalam posisi vertikal saat menyusui.
Sumber: KidSpot
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya