JK di NIU: Transisi Energi Hijau Tak Mudah, Butuh Koloborasi Pemerintah dan Dunia Usaha
Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh
Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
Ilustrasi/ Foto: Shutterstock
Dream - Anak-anak mulai banyak beraktivitas di luar rumah. Baik bermain bola, berlarian, atau aktivitas lainnya saat siang atau sore hari. Pastikan saat anak sedang sangat aktif, selalu sediakan sebotol air.
Jangan sampai buah hati mengalami dehidrasi dan merasa lemas. Kondisi tubuh saat kekurangan cairan ini juga sering terjadi saat anak mengalami diare dan demam. Dehidrasi bila dibiarkan efeknya bisa fatal dan sayangnya pada beberapa kasus, orangtua tak sadar anaknya mengalami kekurangan cairan parah.
Bila mendapati anak pucat, setelah beraktivitas, diare selama beberapa hari atau demam, coba lakukan tes cubit jari. Karan Rangarajan, MRCS, MBBS, seorang dokter bedah National Health Service di Inggris, memperlihatkan cara untuk mengetahui apakah seseorang dehidrasi atau tidak.

Lewat video yang diunggahnya di TikTok @dr.karanr cara tersebut dikenal dengan tes cubit kulit atau tes turgor. Caranya, cukup cubit kulit di jari-jari. Setelah itu perhatikan apakah kulit segera kembali seperti semula atau membutuhkan waktu lama.
" Ini dikenal sebagai 'skin pinch' atau tes turgor kulit. Semakin terhidrasi, semakin elastis kulit dan akan segera kembali setelah dicubit. Jika mengalami dehidrasi, kulit kehilangan elastisitasnya dan butuh beberapa saat untuk kembali normal, dan kemungkinan besar akan mereda," kata dr. Rangarajan dalam video.
Tes cubit kulit digunakan untuk mengukur elastisitas kulit, atau kemampuannya untuk meregang dan kembali. Ini juga dapat digunakan sebagai cara untuk menilai dehidrasi.
" Bisa dikatakan sebagai turgor kulit yang buruk ketika kulit tidak pulih dalam satu atau dua detik. Turgor kulit yang buruk bisa menjadi indikator dehidrasi," kata ahli gizi Kathryn Piper, RDN, LD, kepada dikutip dari Health.
Orang dewasa biasanya akan bisa mengeluhkan gejala dehidrasi seperti merasa pusing, haus, tak fokus atau gejala lain. Sedangkan anak-anak biasanya tak bisa menggambarkan dan menjelaskan keluhan yang dialaminya saat dehidrasi. Untuk itu orangtua harus lebih peka.
Bila memang mencurigai anak mengalami dehidrasi, coba lakukan tes cubit kulit tersebut. Jangan ragu untuk segera membawa ke rumah sakit jika anak terindikasi mengalami dehidrasi parah.
@dr.karanr Dehydration check @remus.bujor #schoolwithdrkaran #SimlishSessions #WorkThisWay #learnontiktok ♬ Steven Universe - L.Dre
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

JK di NIU: Transisi Energi Hijau Tak Mudah, Butuh Koloborasi Pemerintah dan Dunia Usaha

Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh
