Berlari. (Source: Shutterstock)
Dream - Berjalan kaki merupakan jenis olahraga yang sangat mudah dilakukan dan seringkali dianggap remeh karena intensitasnya rendah.
Padahal, sebenarnya jalan kaki dapat membakar kalori serta meningkatkan kesehatan tubuh. Kamu hanya perlu menyesuaikan kalori yang terbakar dengan menentukan berapa lama serta seberapa jauh jarak berjalan kaki.
Dilansir dari Times of India, jumlah kalori yang terbakar saat berjalan kaki bergantung pada kecepatan, jarak, durasi, berat badan serta tekstur pijakan kakimu.
Olahraga seperti ini sangat cocok dilakukan ketika kamu tidak ingin menggunakan terlalu banyak alat olahraga dan mengalami trauma akibat cedera lutut atau hal lainnya.
Berdasarkan sebuah ulasan pada 2019, berjalan kaki dapat membantu mengatasi obesitas. Sedangkan penelitian pada 2008 yang dilakukan selama 15 tahun, pejalan kaki lebih sedikit mengalami kenaikan berat badan.
Jika ingin meningkatkan performa berjalan kaki, kamu bisa meningkatkan durasi, jarak serta lainnya secara bertahap. Lalu, berjalan kakilah di tanjakan atau gunakan treadmill untuk menentukan kemiringan tanjakan yang diinginkan.
Selanjutnya, kamu bisa berjalan kaki di area yang memiliki banyak penghalang. Kamu juga bisa menambahkan penghalang menggunakan barang tertentu untuk meningkatkan performa berjalan kaki.
Kombinasikan berjalan kaki dan berlari untuk meningkatkan kemampuan berolahraga. Latih otot di seluruh tubuh agar lebih ringan saat berlari.
Jangan lupa mengonsumsi makanan sehat, minum air serta tidur cukup agar lebih maksimal dalam menjalani hidup sehat.
Advertisement

Deretan Makanan yang Sering Tak Disadari Ternyata Berbahan Tepung dan Perlu Dihindari Saat Diet

Crab Mentality, Ketika Seseorang Justru Menarik Orang Lain agar Tidak Ikut Sukses

10 Kesalahpahaman tentang Dinosaurus yang Selama Ini Dianggap Benar

Lutut Sering Berbunyi Krek-Krek? Ini 4 Penyebab yang Perlu Diketahui

Punya Anak Bisa Mengubah Banyak Hal dalam Hidup, Ini Perubahan yang Sering Dialami Orang Tua

Kapan Waktu Terbaik Makan Sebelum Olahraga agar Energi Tetap Terjaga?

El Niño dan La Niña: Dua Wajah Berlawanan dari Satu Siklus Iklim Pasifik